Kanada-Indonesia Bidik Perluasan Kerja Sama Agrifood Usai Penandatanganan ICA-CEPA
- account_circle Husni
- calendar_month
- visibility 19

Kanada bidik perluasan kerja sama agrifood dengan Indonesia
JAKARTA, PAStime News – Duta Besar Kanada untuk Indonesia Jess Dutton menuturkan bahwa Ottawa membidik perluasan kerja sama agrifood dengan Jakarta seiring penandatanganan ICA-CEPA. Karena itu, ia menilai momentum ini membuka peluang ekonomi besar bagi kedua negara.
“Kedua negara kita memiliki kekuatan yang saling melengkapi. Keahlian Kanada dalam teknologi pertanian dan praktik berkelanjutan, serta sektor agrifood Indonesia yang dinamis dan pengaruh regional yang terus berkembang,” kata Dutton dalam acara Canada-In-Asia: Momentum Jakarta di Jakarta, Rabu.
Kerja sama ekonomi Indonesia–Kanada melalui ICA-CEPA di nilai membuka jalur perluasan agrifood, mendorong investasi baru, meningkatkan perdagangan dua arah, serta memperkuat ketahanan pangan melalui akses pasar yang lebih luas dan lebih kompetitif
Dutton kemudian menjelaskan bahwa Kanada telah mendirikan IPAAO di Filipina untuk memperluas kerja sama agrifood. Selain itu, ia menegaskan bahwa Indonesia menjadi salah satu pilar utama dalam misi tersebut.
Ia lalu menambahkan bahwa Indonesia telah menjadi mitra penting Kanada di sektor agrifood. Pada 2024, Kanada mengekspor lebih dari 1,2 miliar dolar AS produk agrifood dan hasil laut ke Indonesia.
Dutton juga menekankan bahwa komoditas Kanada seperti gandum, kedelai, dan potash terus memenuhi kebutuhan pangan Indonesia. Selain itu, komoditas tersebut mendorong aktivitas pertanian nasional.
Lebih lanjut, ia menyampaikan bahwa ICA-CEPA memberikan landasan baru bagi pengembangan perdagangan. Setelah implementasi penuh, ICA-CEPA menawarkan tarif preferensial, termasuk akses bebas bea untuk gandum Kanada dan produk pertanian lainnya.
Menurut Dutton, setelah perjanjian berlaku penuh, lebih dari 95% ekspor Kanada ke Indonesia akan menerima tarif preferensial. Dengan demikian, produk Kanada akan semakin kompetitif dan memperkuat perdagangan dua arah.
“Sekarang tugas kita semua untuk memaksimalkan manfaat dari hubungan tersebut. Dan saya yakin kita akan mewujudkannya bersama Anda semua dalam bulan-bulan dan tahun-tahun mendatang,” ucap Dutton.
Pada kesempatan yang sama, Asia Regional Director APF Canada Barrett Bingley menyampaikan bahwa sektor agrifood sudah memiliki rekam jejak kuat antara kedua negara. Ia menilai potensi tersebut semakin besar melalui kerangka ICA-CEPA.
“Terdapat banyak bidang berbeda untuk membangun kemitraan yang lebih mendalam, baik dalam aspek pembangunan maupun komersial, guna membantu Indonesia mencapai target nasionalnya,” ucapnya.
Ia kemudian menambahkan bahwa Kanada untuk pertama kalinya menyediakan paket ekonomi dan teknis senilai 25 juta dolar AS. Paket tersebut di alokasikan selama lima tahun untuk mendukung penguatan UKM Indonesia dalam kerangka ICA-CEPA.
Adapun penandatanganan ICA-CEPA di saksikan langsung oleh Presiden RI Prabowo Subianto dan Perdana Menteri Kanada Mark Carney di Ottawa. Kedua negara menargetkan agar perjanjian tersebut di ratifikasi pada 2026.
- Penulis: Husni
