Kemenag Raih Dua Penghargaan Nasional pada HAKORDIA 2025 di Yogyakarta
- account_circle Husni
- calendar_month
- visibility 39

Kemenag Raih Dua Penghargaan dari KPK di Hari Antikorupsi Sedunia 2025
Peluncuran Buku Serial Antikorupsi Lintas Agama Perkuat Bahasa Agama sebagai Medium Paling Efektif untuk Menyampaikan Nilai Integritas dan Menumbuhkan Kesadaran Moral Masyarakat agar Menolak Korupsi dalam Kehidupan Sehari-hari
HAKORDIA 2025 juga menjadi momentum meluncurkan enam buku antikorupsi lintas agama. Kemenag dan KPK memperkuat pemahaman (logos) serta aksi nyata (ethos) masyarakat. Karena itu, konsep integritas semakin mengakar melalui ajaran agama.
Setiap buku menggali ajaran agama terkait perilaku antikorupsi. Selain itu, isi buku bertujuan membentuk karakter berintegritas dalam kehidupan sosial. Nilai agama menjadi dasar perilaku antikorupsi.
Menag berharap buku tersebut menyentuh kesadaran terdalam masyarakat. Ia menegaskan korupsi merusak sendi kemanusiaan. Karena itu, buku ini menjadi landasan moral hidup tanpa korupsi.
“Semua agama mengajarkan integritas. Korupsi adalah musuh bersama,” tegas Menag. Pesan tersebut memperkuat komitmen masyarakat.
Menag menjelaskan pemberantasan korupsi harus di sampaikan melalui berbagai bahasa. Termasuk bahasa agama yang dekat dengan masyarakat. Selain itu, bahasa agama menanamkan batasan moral yang kuat.
“Dengan bahasa agama, kita membatasi diri dengan pahala dan dosa. Bahasa ini efektif membentuk nilai luhur,” ujarnya. Pesan ini menegaskan kekuatan literasi keagamaan.
Judul Buku Antikorupsi Lintas Agama:
-
Jalan Dhamma Jalan Anti Korupsi: Cara Menjadi Buddhis Berintegritas dan Berani Menolak Korupsi
-
Hidup Satya: Berani Menolak Korupsi (Hindu)
-
Integritas & Antikorupsi: Perspektif Islam dalam Pemberantasan Korupsi
-
Integritas dan Iman: Peran Gereja Katolik dalam Pemberantasan Korupsi
-
Peran Gereja dalam Mewujudkan Bangsa Tanpa Korupsi (Kristen)
-
Kebajikan sebagai Landasan Antikorupsi dalam Perspektif Khonghucu
- Penulis: Husni
