Kemenkes Percepat Eliminasi Malaria Menuju Indonesia Bebas 2030
- account_circle Husni
- calendar_month
- visibility 38

Sumber: Kemenkes (Dok. Istimewa)
JAKARTA, PAStime News – Kementerian Kesehatan terus memperkuat komitmen untuk mewujudkan Indonesia bebas malaria pada tahun 2030.
Komitmen tersebut di perkuat dengan kerja sama antar sektor dan peningkatan upaya pencegahan di berbagai wilayah.
Langkah tersebut di umumkan pada acara Puncak Peringatan Hari Malaria Sedunia 2026 yang di adakan di Jakarta pada Selasa, 28 Juli.
Pada kesempatan tersebut, Wakil Menteri Kesehatan Dante Saksono Harbuwono memberikan sertifikat penuntasan malaria.
Penghargaan di berikan kepada dua provinsi dan tujuh kabupaten yang berhasil menghentikan penyebaran malaria.
Selain sebagai bentuk penghargaan, penghargaan tersebut juga mendorong peningkatan kecepatan dalam menghapus malaria secara nasional.
Menteri Kesehatan Dante menegaskan bahwa malaria masih menjadi tantangan bagi kesehatan masyarakat baik di tingkat nasional maupun internasional.
Hingga bulan Juli 2026, Indonesia mencatat total 346.866 kasus penyakit malaria.
Sementara itu, secara global pada tahun 2024 terdaftar 282 juta kasus dengan sekitar 610 ribu kejadian kematian.
Oleh karena itu, pemerintah terus memperkuat penerapan Rencana Aksi Pemutusan Malaria 2025–2045.
Upaya tersebut mencakup program Temukan, Obati, Kendalikan (TOKEN), Mass Drug Administration (MDA), Targeted Drug Administration (TDA), serta Intermittent Preventive Treatment (IPTf).
Wamenkes Dante menegaskan,
“Jaga daerah yang sudah berhasil menghilangkan malaria, percepat penanggulangan di daerah yang masih ada, dan bersama-sama kita capai tujuan Indonesia Bebas Malaria Tahun 2030.”
Selain itu, Dante menghargai pemerintah daerah, tenaga medis, organisasi profesi, serta semua mitra pembangunan.
Menurutnya, kepemimpinan daerah dan kerja sama antar sektor merupakan faktor penting dalam mencapai keberhasilan penghapusan malaria.
Sementara itu, Pelaksana Tugas Direktur Jenderal Penanggulangan Penyakit, Andi Saguni, menyampaikan perkembangan tentang capaian nasional.
Ia menyampaikan bahwa 414 kabupaten/kota telah berhasil mendapatkan status eliminasi malaria.
Jumlah tersebut mencapai 94,1 persen dari target kabupaten/kota tahun 2026.
Andi mengatakan,
“Terkait pencapaian eliminasi, terus bergerak maju dengan 414 kabupaten/kota telah berhasil mencapai eliminasi malaria.”
Selain itu, rangkaian Hari Malaria Sedunia 2026 meliputi acara temu media, kampanye edukasi, webinar, serta pelatihan penggunaan mikroskop untuk mendeteksi malaria.
Kegiatan tersebut bertujuan untuk meningkatkan kemampuan para tenaga laboratorium dalam membantu mengendalikan penyakit malaria.
Pada acara tersebut, sertifikat penyingkiran malaria diberikan kepada Provinsi Sumatera Selatan dan Daerah Istimewa Yogyakarta.
Selanjutnya, penghargaan juga di terima oleh Kabupaten Langkat, Kepulauan Mentawai, Timor Tengah Selatan, Sumba Tengah, Purworejo, Halmahera Utara, dan Bintan.
Selain itu, Kementerian Kesehatan memberikan penghargaan kepada pemenang Kejuaraan Nasional Mikroskopis Malaria bersama PATELKI.
Mewakili kepala daerah yang menerima penghargaan, Bupati Sumba Tengah Paulus Limu menyampaikan komitmen untuk terus mempertahankan status bebas malaria.
Paulus mengatakan,
“Kami secara tulus dan jujur menunjukkan komitmen kami untuk mendorong semua pihak yang terlibat mempertahankan keberhasilan penghapusan malaria di kabupaten dan provinsi yang menjadi wilayah kerja kami.”
Pemerintah daerah akan memperkuat pengawasan, pelayanan diagnosis, pengobatan, pemberdayaan masyarakat, kerja sama dengan pihak lain, serta dukungan terhadap sumber daya.
Langkah tersebut di harapkan dapat mempercepat pencapaian target eliminasi malaria nasional hingga tahun 2030.
Sumber: Kemenkes/kemkes.go.id
- Penulis: Husni
