Konsolidasi ZI Menuju WBK 2026 Lapas Cipinang Pada Momentum Ramadhan
- account_circle Husni
- calendar_month
- visibility 134

Konsolidasi ZI Menuju WBK 2026 Lapas Cipinang Pada Momentum Ramadhan (Dok. Istimewa)
JAKARTA, PAStime News – Lembaga Pemasyarakatan Kelas I Cipinang mengadakan acara buka puasa bersama.
Momentum tersebut kemudian di gunakan untuk memperkuat proses internal dalam mendorong Pembangunan Zona Integritas menuju WBK tahun 2026.
Selain itu, Kepala Lapas Cipinang, Wachid Wibowo, menegaskan bahwa perubahan harus memengaruhi budaya kerja.
Menurutnya, penerapan ZI tidak boleh hanya berhenti pada tingkat administratif saja.
Pembangunan ZI harus menyentuh seluruh aspek operasional. Kami akan meningkatkan pengawasan internal, memastikan proses layanan berjalan lancar, serta memastikan setiap petugas bekerja dengan integritas dan berorientasi pada pelayanan kepada masyarakat. Tahun 2026 adalah momentum pembuktian,” tegasnya.
Sementara itu, kegiatan tersebut juga di hadiri oleh Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Daerah Khusus Ibu Kota, Heri Azhari.
Dalam arahannya, ia mengimbau untuk mempercepat proses reformasi birokrasi dan meningkatkan kualitas pelayanan yang diberikan.
Selanjutnya, ia menekankan pentingnya konsistensi dan evaluasi yang berkelanjutan.
Zona Integritas bukan sekedar label. Pencegahan korupsi, transparansi, serta pelayanan yang bebas dari pungutan dan pembohong harus menjadi bagian dari budaya kerja.
Prosedur evaluasi dan perbaikan harus terus di lakukan agar pelayanan bisa lebih cepat, akuntabel, dan transparan,” kata dia.

Konsolidasi ZI Menuju WBK 2026 Lapas Cipinang Pada Momentum Ramadhan (Dok. Istimewa)
Di sisi lain, Ketua Tim ZI Lapas Cipinang, Lis Susanti, menyatakan bahwa ia optimis akan tercapainya target WBK pada tahun 2026.
Kami menggunakan catatan evaluasi sebagai dasar untuk memperkuat bukti, meningkatkan manajemen, serta memastikan semua anggota tim bekerja berdasarkan risiko dan data yang valid,” jelasnya.
Selain proses konsolidasi, momen bulan Ramadhan juga di isi dengan kegiatan memberi santunan kepada anak-anak yatim serta siraman rohani.
Dengan demikian, kegiatan tersebut membantu memperkuat pemahaman dan penerapan nilai integritas serta tanggung jawab moral bagi aparatur.
Akhirnya, konsolidasi yang terarah ini memperkuat komitmen dalam memberikan pelayanan pemasyarakatan yang profesional, bersih, transparan, dan dapat di pertanggungjawabkan guna mencapai target WBK tahun 2026.
- Penulis: Husni
