Lapas Banjarbaru Kembangkan Keterampilan Hijau
- account_circle Husni
- calendar_month
- visibility 14

Lapas Banjarbaru Kembangkan Keterampilan Hijau (Dok. Istimewa)
BANJARBARU, PAStime News – Pada hari Kamis tanggal 19 Februari, Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIB Banjarbaru mengadakan pelatihan mengenai pembuatan Eco Enzyme dan pupuk organik cair.
Kegiatan tersebut di hadiri oleh 20 warga binaan di ruang Aula Ba’anjung yang berfungsi sebagai sarana asimilasi dan edukasi.
Selain itu, pelatihan tersebut bertujuan untuk meningkatkan kemampuan dalam memanfaatkan limbah organik.
Dengan demikian, program ini mendorong kemandirian sekaligus produktivitas berkelanjutan.
Kepala seksi Binadik dan Giatja, Rifaldi Shandri Akbar, menjelaskan tujuan dari kegiatan tersebut.
Ia mengatakan,
Pelatihan ini diharapkan memberikan kemampuan praktis dan bermanfaat secara ekonomi kepada Warga Binaan, sehingga bisa digunakan setelah selesai menjalani masa hukuman.”
Sementara itu, materi tersebut di sampaikan oleh dua peserta magang dari angkatan kedua Kementerian Ketenagakerjaan.
Keduanya adalah Siti Qumairoh Fajariah dan Theo Septiawan.
Selanjutnya, penjelasan tentang Eco Enzyme mencakup botol, limbah buah, molase, dan air dengan rasio 1:3:10.
Kemudian, campuran di fermentasi selama tiga bulan dengan pembukaan tutup botol secara berkala.
POC di buat menggunakan ember tumpuk, limbah buah atau sayur, molase, EM4, serta air.
Setelah itu, larutan dekomposer di fermentasi selama 14 hari hingga siap di gunakan.
Selanjutnya, Siti Qumairoh Fajariah menjelaskan pendekatan yang di gunakan dalam pelatihan tersebut.
Ia mengatakan,
Kami menyampaikan materi dan memberikan kesempatan praktik langsung agar peserta lebih mengerti tentang proses pembuatan serta dapat mempelajarinya sendiri.”
Sementara itu, salah satu peserta, Supriadi, mengungkapkan manfaat dari kegiatan tersebut.
Ia mengatakan,
Pelatihan ini sangat bermanfaat karena kami bisa memanfaatkan limbah menjadi produk yang berguna serta memiliki nilai jual.”
Dengan demikian, program ini meningkatkan kemampuan praktis Warga Binaan secara langsung.
Akhirnya, keterampilan tersebut di harapkan mampu memfasilitasi proses reintegrasi sosial yang bermanfaat dan berkelanjutan.
- Penulis: Husni
