Lapas Banjarbaru Panen 60 Kilogram Kacang Panjang, Perkuat Ketahanan Pangan dan Kemandirian Warga Binaan
- account_circle Husni
- calendar_month
- visibility 19

Lapas Banjarbaru Panen 60 Kilogram Kacang Panjang, Perkuat Ketahanan Pangan dan Kemandirian Warga Binaan (Dok. Istimewa)
BANJARBARU, Pastime News – Lapas Kelas IIB Banjarbaru berhasil memanen 60 kilogram kacang panjang, Selasa (27/1).
Kegiatan ini berlangsung di Sarana Asimilasi dan Edukasi 2 Lapas Banjarbaru.
Panen kacang panjang di SAE 2 Lapas Banjarbaru menegaskan komitmen pembinaan pertanian berkelanjutan untuk mendukung ketahanan pangan dan pemberdayaan Warga Binaan.
Kepala Lapas Banjarbaru langsung memimpin panen bersama para pejabat struktural.
Dalam kesempatan tersebut, petugas melibatkan Warga Binaan sebagai bagian dari pembinaan pertanian.
Selain itu, kegiatan ini menunjukkan dukungan nyata terhadap program ketahanan pangan pemerintah.
Kegiatan ini juga sejalan dengan 15 Program Aksi Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan.
Lapas Banjarbaru memperkuat kemandirian pangan melalui sektor pertanian.
Oleh karena itu, petugas memanfaatkan lahan yang tidak aktif di lingkungan Pemasyarakatan secara optimal.
Kepala Lapas Banjarbaru, I Made Supartana, menegaskan komitmen untuk mengoptimalkan lahan pertanian.
Menurutnya, pembinaan pertanian memiliki peran penting dalam pemberdayaan Warga Binaan.
Ia menjelaskan bahwa panen ini berkontribusi langsung pada ketahanan pangan.
Kegiatan ini juga membentuk kemandirian Warga Binaan melalui keterampilan bertani.
Keterampilan ini menjadi bekal berharga bagi Warga Binaan setelah mereka bebas.
Dengan demikian, pembinaan pertanian memberikan manfaat jangka panjang.
Setelah panen, petugas memasarkan kacang panjang melalui Fresh Market Lapas Banjarbaru.
Fresh Market tersebut terletak di area kunjungan.
Oleh karena itu, keluarga Warga Binaan dapat memperoleh hasil panen dengan harga terjangkau.
Program ini juga memberikan dampak ekonomi langsung kepada Warga Binaan.
Secara bersamaan, Warga Binaan mendapatkan manfaat dari proses penanaman hingga panen.
Salah satu Warga Binaan, Mardiono, mengungkapkan kegembiraannya mengikuti kegiatan pertanian.
Ia menyatakan bahwa kegiatan bertani memberikan keterampilan baru.
Selain itu, kegiatan tersebut meningkatkan penghasilan selama menjalani pembinaan.
Akhirnya, panen ini menegaskan komitmen Lapas Banjarbaru dalam mengembangkan pembinaan pertanian berkelanjutan.
Oleh karena itu, Lapas terus meningkatkan produktivitas dan kemandirian Warga Binaan.
Kegiatan ini juga memberikan kontribusi nyata terhadap ketahanan pangan daerah.
Dengan langkah konsisten, Lapas Banjarbaru memperkuat pembinaan yang produktif dan bermanfaat.
- Penulis: Husni
