Lapas Banjarmasin Konsisten Hidupkan Literasi Warga Binaan Melalui Layanan Perpustakaan
- account_circle Husni
- calendar_month
- visibility 30

Lapas Banjarmasin Konsisten Hidupkan Literasi Warga Binaan Melalui Layanan Perpustakaan (Dok. Istimewa)
BANJARMASIN, Pastime News — Lapas Kelas IIA Banjarmasin terus membuka layanan perpustakaan bagi Warga Binaan.
Meskipun hari libur, kegiatan literasi tetap berjalan secara konsisten, Minggu, 18 Januari.
Dengan demikian, pembinaan kepribadian yang berorientasi pada perubahan positif tetap terjaga.
Layanan perpustakaan Lapas Kelas IIA Banjarmasin tetap beroperasi di hari libur sebagai wujud pembinaan kepribadian berkelanjutan yang mendorong perubahan pola pikir dan perilaku Warga Binaan
Selanjutnya, perpustakaan menyediakan berbagai koleksi buku yang mudah diakses.
Buku keagamaan, pengembangan diri, keterampilan, hingga pengetahuan umum tersedia secara lengkap.
Oleh karena itu, perpustakaan menjadi tempat belajar yang inklusif dan bermakna.
Selain itu, kegiatan membaca mendorong pembentukan kebiasaan literasi yang berkelanjutan.
Warga Binaan dapat memperluas wawasan sekaligus melatih kesabaran dan disiplin diri.
Dengan begitu, proses pembinaan dapat berjalan lebih efektif dan memberikan makna.
Sementara itu, Kepala Lapas Banjarmasin, Akhmad Herriansyah, menegaskan peran penting literasi.
Ia menilai literasi membentuk pola pikir yang konstruktif bagi Warga Binaan.
Beberapa bekal intelektual dan mental ini sangat penting ketika mereka kembali ke masyarakat.
Di sisi lain, kader pendidikan Erik menjelaskan bahwa layanan perpustakaan tetap berjalan meskipun hari libur.
Ia menekankan komitmen untuk mendukung minat baca Warga Binaan.
Menurutnya, membaca menjadi sarana belajar yang efektif dan menenangkan.
Lebih lanjut, antusiasme Warga Binaan dalam memanfaatkan perpustakaan terus terjaga.
Salah satu Warga Binaan berinisial NS merasakan manfaat nyata dari kegiatan membaca.
Ia mengatakan bahwa membaca menambah pengetahuan dan mengisi waktu dengan cara yang positif.
Dengan layanan perpustakaan yang konsisten, Lapas Banjarmasin menegaskan pendekatan pembinaan yang humanis.
Selain itu, pembinaan tersebut berjalan tanpa henti, tidak tergantung hari libur.
Akhirnya, dari setiap halaman buku, tumbuh harapan menuju masa depan yang lebih baik.
- Penulis: Husni
