Lapas Cipinang Perkuat Kemandirian Warga Binaan melalui Pelatihan CNC Craft Berbasis Teknologi Manufaktur
- account_circle Husni
- calendar_month
- visibility 25

Lapas Cipinang Perkuat Kemandirian Warga Binaan melalui Pelatihan CNC Craft Berbasis Teknologi Manufaktur (Dok. Istimewa)
JAKARTA, Pastime News – Lapas Kelas I Cipinang terus memperkuat pelatihan untuk meningkatkan kemandirian warga binaan melalui program CNC Craft, Senin (2/2).
Program ini menggunakan teknologi mesin CNC yang berlandaskan pada metode manufaktur yang sangat akurat.
Dengan demikian, warga binaan berhasil menciptakan produk yang berkualitas dan memiliki manfaat yang tinggi.
Melalui optimalisasi program CNC Craft berbasis teknologi manufaktur modern, Lapas Kelas I Cipinang membekali Warga Binaan keterampilan presisi bernilai ekonomi dan relevan kebutuhan pasar kerja
Selanjutnya, produk yang diproduksi mencakup gantungan kunci, plakat, pajangan ukir, serta suvenir yang dapat disesuaikan.
Selain presisi, desain produk menyesuaikan kebutuhan pasar.
Oleh karena itu, kualitas dan nilai jual produk tetap terjaga.
Program CNC Craft telah berjalan sejak awal tahun 2024 secara berkelanjutan.
Program ini didukung oleh mesin CNC yang diberikan melalui program hibah BUMN Pelita Warna.
Beberapa perusahaan BUMN, seperti PT Pelindo, juga ikut mendukung program tersebut.
Selain digunakan untuk belajar, mesin CNC juga berperan sebagai alat produksi yang aktif.
Dengan teknologi ini, warga binaan meningkatkan kemampuan dalam bidang manufaktur yang menggunakan teknologi.
Lapas Cipinang juga membuat produk seperti seni dekorasi art deco, hiasan dinding, serta proyek pembuatan khusus.
Kepala Lapas Cipinang, Wachid Wibowo, menegaskan arah strategis pelatihan CNC Craft.
Pembinaan kami berfokus pada keterampilan yang bisa diterapkan dan memiliki nilai ekonomi.
Produk bukan hanya sebagai alat belajar, tetapi juga memenuhi tingkat kualitas yang diinginkan.
Harapan kami adalah warga binaan siap untuk bekerja setelah kembali ke masyarakat.
Dalam penerapannya, warga binaan mempelajari semua tahapan produksi secara mendalam.
Tahapan dimulai dengan membaca desain hingga melakukan pengecekan terhadap hasil akhirnya.
Dengan demikian, pemahaman teknis berkembang secara komprehensif.
Selain itu, proses kontrol kualitas dilakukan secara bertahap dan terstruktur.
Desainer memastikan akurasi desain sebelum produksi.
Kemudian, operator dan assemblernya memastikan kualitas mesin serta hasil finishing produk.
Kepala Bidang Giatja Lapas Cipinang, Irdiansyah Rana, menerangkan strategi pemasaran produk CNC Craft.
Kami secara aktif menampilkan karya dari warga binaan dalam berbagai acara pameran.
Kegiatan tersebut meliputi IPPAFest, SMESCO, serta pameran lokal dari Jakarta Timur.
Strategi ini membantu memperluas pasar dan memperkenalkan kualitas produk yang dimiliki.
Salah satu peserta dari program CNC Craft, DK, menjelaskan manfaat dari pelatihan yang berbasis teknologi tersebut.
Pertama-tama kami belajar dari awal dan melakukan praktik langsung.
Sekarang saya sudah memahami cara kerja mesin CNC dan mampu membuat produk dengan presisi tinggi.
Akhirnya, Lapas Cipinang menegaskan komitmen mereka untuk membina kemandirian berbasis teknologi.
Program CNC Craft berpusat pada kualitas, inovasi, dan rasa ingin tahu.
Selain itu, program ini sesuai dengan 15 Program Aksi Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan.


- Penulis: Husni
