Lapas Tangerang Perkuat Pelatihan Kemandirian Lewat Kolaborasi Jawara Beton
- account_circle Husni
- calendar_month
- visibility 146

Lapas Tangerang Perkuat Pelatihan Kemandirian Lewat Kolaborasi Jawara Beton (Dok. Istimewa)
Melalui kerja sama strategis dengan Summarecon Crown Gading, Lapas Kelas I Tangerang menegaskan pelatihan kemandirian sebagai instrumen pemberdayaan. Selain itu, pelatihan ini dapat meningkatkan daya saing dan reintegrasi sosial berkelanjutan Warga Binaan.
TANGERANG, PAStime News — Dalam rangka mendorong pengembangan berkelanjutan, Lapas Kelas I Tangerang terus memperkuat pelatihan kemandirian. Hal ini dilakukan dengan bekerja sama secara strategis dengan sektor swasta.
Kali ini, Lapas Kelas I Tangerang bekerja sama dengan Summarecon Crown Gading dalam memproduksi paving block dari unit Jawara Beton.
Selanjutnya, kerja sama tersebut menekankan komitmen untuk meningkatkan keterampilan dan kemampuan kerja Warga Binaan. Komitmen ini dilakukan secara nyata.
Selain itu, kolaborasi ini menunjukkan peningkatan kepercayaan dalam industri konstruksi terhadap kualitas produk yang di hasilkan melalui pelatihan Pemasyarakatan.
Bagi Lapas Kelas I Tangerang, kerja sama ini bukan hanya menguntungkan secara ekonomi, tetapi juga merupakan kesempatan strategis untuk mencapai reintegrasi sosial yang berkelanjutan.
Kepala Lapas Kelas I Tangerang, Beni Hidayat, mengucapkan terima kasih atas kepercayaan yang di berikan terhadap produk Jawara Beton.
“Kami merasa bangga karena produk Jawara Beton kini mulai mendapatkan kepercayaan dari berbagai pihak di industri konstruksi,” katanya.
Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa pelatihan kemandirian mampu memasuki pasar profesional.
Ini menunjukkan bahwa hasil pelatihan di Lapas tidak hanya berjalan di dalam institusi, tetapi juga mampu diterima di pasar profesional,” terangnya.
Selain itu, ia menekankan pentingnya pemberdayaan dalam kerja sama tersebut.
Kerja sama ini tidak hanya sekadar transaksi, tetapi merupakan bentuk nyata pemberdayaan agar warga binaan siap kembali mandiri,” ujarnya.
Senada, Kepala Bidang Kegiatan Kerja, Aris Supriyadi, menegaskan bahwa Jawara Beton berlandaskan pada praktik kerja nyata.
Program Jawara Beton melibatkan warga binaan secara langsung dalam setiap tahap proses produksi,” ujarnya.
Selanjutnya, ia menekankan pentingnya pengalaman kerja dalam memenuhi kebutuhan sektor konstruksi.
mereka tidak hanya memiliki kemampuan teknis, tetapi juga pengalaman kerja yang sesuai,” tambahnya.
Sementara itu, Kepala Seksi Pengelolaan Hasil Kerja, Aldri Maitaruna, menekankan pentingnya profesionalisme dalam pengelolaan hasil kerja Lapas.
Kepercayaan dari pihak luar menjadi tanda bahwa sistem pengelolaan hasil kerja berjalan dengan lancar,” ujarnya.
Selanjutnya, ia menekankan manfaat pembelajaran di industri bagi para warga binaan.
Mereka tidak hanya bekerja, tetapi juga benar-benar memahami cara kerja industri tersebut,” tambahnya.
Di sisi lain, perwakilan Summarecon Crown Gading, Dharmo Cahyanto, menghargai kualitas produk serta nilai sosial yang di hasilkan dari kolaborasi tersebut.
Kami menganggap produk Jawara Beton memiliki kualitas yang cukup baik dan sesuai dengan kebutuhan proyek,” katanya.
Selain itu, ia merasa kerja sama tersebut memberikan dampak sosial yang positif.
Ini menjadi contoh kolaborasi yang baik antara dunia konstruksi dan lembaga pemasyarakatan,” ujarnya.
Dengan demikian, Lapas Kelas I Tangerang terus memperkuat program pelatihan kemandirian yang terorganisir. Program ini dapat di pertanggungjawabkan dan berfokus pada pencapaian hasil.
Akhirnya, Jawara Beton di harapkan menjadi contoh pelatihan yang efektif dalam membentuk Warga Binaan yang mandiri, produktif, dan siap berkontribusi secara positif.
- Penulis: Husni
