Lapas Gunung Sugih Bekali Warga Binaan Keterampilan Tata Boga
- account_circle mamang
- calendar_month
- visibility 35

Lapas Gunung Sugih berkolaborasi dengan SPNF SKB dalam pelatihan kuliner untuk narapidana, tingkatkan kemandirian mereka. (Dok: Humas Lapas Gunung Sugih)
PAStime News, Gunung Sugih, 15 Oktober 2025 — Dalam upaya meningkatkan kualitas pembinaan serta mendorong kemandirian narapidana, Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Gunung Sugih menyelenggarakan Pelatihan Tata Boga.
Sebagai bentuk sinergi antar lembaga, Lapas Gunung Sugih berkolaborasi dengan Satuan Pendidikan Non Formal (SPNF) Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) Kabupaten Lampung Tengah. Kemudian, kolaborasi tersebut berlangsung dalam pelaksanaan program ini.
Pada hari ini, pihak penyelenggara secara resmi membuka pelatihan tersebut di Aula Dr. Sahardjo, S.H. Acara ini di tandai dengan penandatanganan kerja sama antara kedua institusi.
Selanjutnya, sebanyak 20 warga binaan yang memiliki minat di bidang kuliner mengikuti pelatihan ini, setelah melalui proses seleksi.
Acara pembukaan berlangsung secara simbolis. Acara ini dihadiri oleh berbagai pihak penting. Antara lain, Kalapas Gunung Sugih Sastra Irawan, Kepala SPNF SKB Lampung Tengah Endang, para pejabat struktural lapas, serta instruktur pelatihan.
Dalam sambutannya, Kepala SPNF SKB, Endang, menyampaikan apresiasi atas kolaborasi yang telah terjalin dengan Lapas Gunung Sugih. Ia menekankan bahwa pelatihan ini tidak hanya mengajarkan teknik memasak, tetapi juga menanamkan semangat kewirausahaan dan kedisiplinan kepada para peserta.
“Kami merancang pelatihan ini untuk membentuk sumber daya manusia yang produktif dan mandiri. Kami berharap keterampilan yang mereka peroleh bisa menjadi nilai tambah saat mereka kembali ke masyarakat,” ujar Endang.
Sementara itu, Kalapas Gunung Sugih, Sastra Irawan, mengungkapkan harapannya agar pelatihan ini menjadi bekal awal bagi warga binaan untuk membangun kehidupan yang lebih baik usai menjalani masa pidana.
“Kami ingin warga binaan memiliki keterampilan nyata. Tata boga adalah salah satu bidang yang membuka banyak peluang usaha. Sertifikat yang mereka peroleh nanti juga bisa menjadi bukti kemampuan saat kembali ke masyarakat,” tegas Sastra.
Lebih lanjut, para peserta akan menerima materi pelatihan secara komprehensif, mencakup:
-
Pengenalan bahan makanan
-
Teknik dasar memasak
-
Penyajian makanan
-
Standar kebersihan dan keamanan pangan
Setelah pelatihan selesai, SPNF SKB Lampung Tengah akan memberikan sertifikat resmi kepada seluruh peserta, yang di harapkan bisa menjadi modal kerja atau usaha mandiri saat mereka kembali ke lingkungan sosial.
Dengan menggelar kegiatan ini, Lapas Gunung Sugih menunjukkan komitmennya dalam melakukan pembinaan secara holistik, mencakup aspek mental, spiritual, serta keterampilan vokasional yang aplikatif dan relevan dengan kebutuhan dunia kerja.
- Penulis: mamang
