Lapas Kelas IIA Banjarmasin Perkuat Pembinaan Berbasis Lingkungan Melalui Daur Ulang Limbah Dapur Menjadi Maggot Bernilai Ekonomi dan Edukatif
- account_circle Husni
- calendar_month
- visibility 148

Lapas Kelas IIA Banjarmasin Perkuat Pembinaan Berbasis Lingkungan Melalui Daur Ulang Limbah Dapur Menjadi Maggot Bernilai Ekonomi dan Edukatif (Dok. Istimewa)
BANJARMASIN, PAStime News – Pertama, Lapas Kelas IIA Banjarmasin terus memperkuat pembinaan warga binaan dengan fokus pada kepedulian lingkungan dan produktivitas yang berkelanjutan.
Melalui Sarana Asimilasi dan Edukasi, Warga Binaan bersama petugas mengelola limbah organik secara berkelanjutan untuk keterampilan mandiri dan ramah lingkungan
Selanjutnya, kegiatan tersebut di adakan di Sarana Asimilasi dan Edukasi pada hari Rabu tanggal 3 Februari, dengan melibatkan Warga Binaan dan petugas.
Kemudian, peserta mengolah limbah dapur menjadi pakan maggot untuk menekan sampah organik sekaligus menciptakan nilai ekonomi baru.
Selain itu, program ini menggunakan limbah dapur organik sebagai makanan bagi larva Black Soldier Fly secara teratur.
Pertama-tama, petugas dan warga binaan secara teratur mengumpulkan serta memilah sisa sayuran dan bahan makanan.
Setelah itu, mereka mendaur ulang limbah agar proses penguraian berjalan lebih cepat dan efisien.
Selanjutnya, limbah yang sudah di proses dimasukkan ke dalam media pembudidayaan maggot sebagai bagian dari siklus yang terintegrasi.
Selanjutnya, maggot secara alami menguraikan limbah organik sambil tumbuh menjadi sumber protein yang sangat bernilai.
Setelah itu, hasil maggot di gunakan sebagai makanan ikan dan hewan ternak di wilayah SAE.
Sementara itu, sisa penguraian berupa kasgot di gunakan sebagai pupuk organik yang mendukung kegiatan pertanian.
Kepala Seksi Kegiatan Kerja Lapas Banjarmasin, Bagus Paras Etika, menegaskan bahwa program tersebut di rancang untuk terintegrasi.
“Pengolahan limbah dapur kami dirancang dalam satu siklus berkelanjutan, mulai dari proses pemilahan, budidaya, hingga pemanfaatan untuk membuat pakan dan pupuk organik.”
Selain itu, warga binaan juga merasakan dampak langsung akibat partisipasi aktif mereka dalam budidaya maggot.
Salah satu warga binaan, Novi, berbagi pengalaman positif yang di alaminya selama mengikuti kegiatan.
“Budidaya maggot mengajari saya bahwa limbah bisa bermanfaatan, memberi keterampilan, serta meningkatkan perhatian terhadap lingkungan dan hasil kerja.”
Sementara itu, Kepala Lapas Banjarmasin memberikan dukungan penuh terhadap program pembinaan berbasis kemandirian itu.
Kepala Lapas Kelas IIA Banjarmasin, Akhmad Herriansyah, menekankan manfaat jangka panjang kegiatan tersebut.
“Budidaya maggot menjadi cara efektif dalam mengelola limbah sekaligus mendorong kemandirian yang ramah lingkungan dan memiliki nilai ekonomi.”
Akhirnya, Lapas Banjarmasin terus memberikan pelatihan yang bermanfaat, mengubah limbah menjadi energi serta menanamkan harapan yang berkelanjutan.
- Penulis: Husni
