Lapas Kelas IIA Kupang Perkuat Kesadaran Kesehatan Warga Binaan Lewat Edukasi Diabetes dan Hipertensi
- account_circle Husni
- calendar_month
- visibility 19

Lapas Kelas IIA Kupang Perkuat Kesadaran Kesehatan Warga Binaan Lewat Edukasi Diabetes dan Hipertensi (Dok. Istimewa)
KUPANG, Pastime News – Lapas Kelas IIA Kupang mengadakan penyuluhan kesehatan dengan tema Diabetes Melitus dan Hipertensi Esensial, Selasa (13/1).
Kegiatan ini bertujuan memperkuat pemahaman dan edukasi kesehatan bagi seluruh Warga Binaan.
Selain itu, kegiatan ini juga diinisiasi oleh Tim Klinik Pratama Cendana Lapas Kupang.
Tujuan utamanya adalah meningkatkan kesadaran Warga Binaan terkait pentingnya menjaga kesehatan.
Penyuluhan kesehatan berkelanjutan ini menegaskan komitmen Lapas Kupang membangun pembinaan humanis melalui peningkatan literasi kesehatan Warga Binaan secara menyeluruh dan berkesinambungan
Kepala Lapas Kupang, Antonius Hubertus Jawa Gili, menegaskan komitmen terhadap pembinaan kesehatan yang berkelanjutan.
Menurutnya, kesehatan merupakan dasar keberhasilan dalam seluruh program pembinaan.
Ia juga berharap Warga Binaan memahami penyakit secara lebih dalam.
“Kesehatan adalah modal penting bagi Warga Binaan dalam mengikuti semua program pembinaan.
Dengan memahami penyakit, mereka akan lebih peduli terhadap kondisi tubuh mereka,” katanya.
Antonius juga menekankan bahwa edukasi kesehatan akan terus di lakukan secara rutin.
Hal ini merupakan bagian dari upaya pencegahan penyakit jangka panjang.
Selain itu, kegiatan ini bertujuan meningkatkan kualitas hidup Warga Binaan.
Pada kesempatan tersebut, penyuluhan di hadiri oleh pemateri dari peserta magang Kementerian Ketenagakerjaan, yaitu Grevinno J. Lassa.
Ia memberikan materi secara detail, menjelaskan pengertian, jenis, faktor risiko, dan cara mencegah kedua penyakit tersebut.
Grevinno menjelaskan bahwa Diabetes Melitus adalah penyakit kronis yang terjadi karena gangguan produksi atau fungsi insulin.
Ia menjelaskan dua jenis di abetes, yaitu tipe satu dan tipe dua.
Faktor risiko utamanya antara lain pola makan tinggi gula, kurang aktivitas fisik, kelebihan berat badan, dan kurang tidur.
Sementara itu, ia menjelaskan Hipertensi Esensial sebagai tekanan darah tinggi yang terjadi secara berkelanjutan.
Kondisi ini meningkatkan risiko penyakit berbahaya lainnya.
Faktor risiko meliputi konsumsi garam berlebih, kebiasaan merokok, stres berkepanjangan, dan minimnya aktivitas fisik.
“Pencegahan bisa di mulai dengan perubahan gaya hidup sederhana, seperti pola makan sehat, olahraga rutin, berhenti merokok, serta kontrol kesehatan secara berkala,” jelasnya.
Penyuluhan ini mendapat respon positif dari Warga Binaan.
Salah satu peserta, JS, mengatakan bahwa ia mendapatkan wawasan baru mengenai pentingnya kesehatan.
Sebelumnya, ia menganggap kedua penyakit tersebut tidak terlalu serius.
“Sekarang saya memahami bahwa penting menjaga pola makan dan olahraga.
Penyuluhan ini sangat bermanfaat untuk mencegah penyakit di masa depan,” ujarnya.
Melalui kegiatan ini, Lapas Kupang berupaya memperkuat pembinaan yang lebih humanis.
Lebih lanjut, lembaga tersebut fokus pada peningkatan kualitas hidup Warga Binaan.
Upaya ini sesuai dengan tujuan Pemasyarakatan, yaitu membentuk pribadi yang sehat dan mandiri.
Dengan demikian, di harapkan Warga Binaan dapat kembali berkontribusi bagi masyarakat.
- Penulis: Husni
