Lapas Cipinang Jadi Barometer Nasional: DKJ Susun RAN Rehabilitasi Narkotika 2025–2029
- account_circle Ghiffary Alfiansyach
- calendar_month
- visibility 14

PAStime News, JAKARTA – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas I Cipinang menjadi tuan rumah kegiatan Penguatan Fungsi Perawatan, Kesehatan, dan Rehabilitasi serta Penyusunan Rencana Aksi Nasional (RAN) Rehabilitasi Narkotika bagi seluruh Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pemasyarakatan di wilayah Daerah Khusus Jakarta (DKJ). Kegiatan yang digelar di Aula Gedung 2 ini dibuka langsung oleh Direktur Perawatan, Kesehatan, dan Rehabilitasi Ditjenpas, Adhayani Lubis, dan dihadiri perwakilan UPT Pemasyarakatan se-DKJ.
Kepala Lapas Cipinang, Wachid Wibowo, menegaskan kesiapan penuh jajarannya dalam mendukung seluruh program rehabilitasi yang dicanangkan Ditjenpas. Ia menekankan bahwa Lapas Cipinang berkomitmen memperkuat fasilitas, tenaga pendamping, serta sistem pengawasan untuk memastikan layanan rehabilitasi berjalan aman dan efektif.
“Kami memastikan dukungan sarana, SDM, dan pengawasan siap disinergikan. Rehabilitasi adalah komponen penting pembinaan, dan kami berkomitmen menjaganya tetap stabil, aman, dan berkualitas,” ujar Wachid.
Dalam sambutannya, Direktur Perawatan, Kesehatan, dan Rehabilitasi Ditjenpas, Adhayani Lubis, menekankan bahwa Jakarta merupakan barometer nasional dalam penyelenggaraan program Pemasyarakatan, sehingga penyusunan RAN Rehabilitasi 2025–2029 harus dilakukan dengan standar tinggi, berbasis data, dan melibatkan seluruh unsur layanan.
“Rehabilitasi bukan hanya tugas medis. Keberhasilannya lahir dari sinergi pembinaan, keamanan, kegiatan kerja, dan seluruh bidang lainnya. Dengan kolaborasi, kita memastikan Warga Binaan benar-benar pulih dan kembali berdaya,” tegasnya.
Kegiatan juga membahas strategi penguatan program rehabilitasi melalui integrasi kesehatan mental, perilaku, dan sosial Warga Binaan. Pendekatan komprehensif ini diharapkan mampu menghadirkan pembinaan yang lebih manusiawi serta responsif terhadap tantangan rehabilitasi narkotika di wilayah DKJ.
Kepala Bidang Pembinaan Kanwil Ditjenpas DKJ, Iwan Setiawan, turut memaparkan praktik baik yang dapat diadaptasi antar-UPT, salah satunya model penerapan Dana Kapitasi BPJS Kesehatan di Lapas Kelas I Palembang yang dinilai efektif dan relevan dalam peningkatan layanan kesehatan Pemasyarakatan.
Pelaksanaan kegiatan ini sejalan dengan semangat PRIMA (Profesional, Responsif, Integritas, Modern, Akuntabel)serta mendukung 13 Program Akselerasi Pemasyarakatan yang dicanangkan Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan, Agus Andrianto.
Dengan terselenggaranya forum ini, diharapkan layanan rehabilitasi narkotika di wilayah DKJ semakin terarah, terukur, dan menghasilkan dampak nyata bagi pemulihan Warga Binaan serta penguatan kualitas Pemasyarakatan secara nasional.
- Penulis: Ghiffary Alfiansyach
