Lapas Kelas IIB Tual Perkuat Pembinaan Spiritual Berkelanjutan untuk Wujudkan Transformasi Warga Binaan yang Berintegritas
- account_circle Husni
- calendar_month
- visibility 28

Lapas Kelas IIB Tual Perkuat Pembinaan Spiritual Berkelanjutan untuk Wujudkan Transformasi Warga Binaan yang Berintegritas (Dok. Istimewa)
LANGGUR, Pastime News – Lapas Kelas IIB Tual terus memperkuat transformasi Warga Binaan secara menyeluruh dan berkelanjutan.
Selain itu, Lapas Tual menegaskan bahwa fokus pembinaan tidak hanya tertuju pada keterampilan fisik.
Selanjutnya, Lapas Tual memperkuat pembinaan batiniah melalui bimbingan rohani yang berkelanjutan.
Oleh karena itu, Lapas Tual bekerja sama dengan Kantor Kemenag Kabupaten Maluku Tenggara, Selasa (20/1).
Kolaborasi berkelanjutan bersama Kemenag Maluku Tenggara menegaskan komitmen Lapas Tual membangun kekuatan mental, spiritual, dan karakter Warga Binaan secara menyeluruh dan berkesinambungan
Sementara itu, Kepala Lapas Tual, Nurchalis Nur, menegaskan pentingnya pembinaan mental dan spiritual bagi proses rehabilitasi.
Lebih lanjut, ia menyebut pembinaan spiritual menjadi fondasi utama dalam menciptakan perubahan perilaku yang berkelanjutan.
Dengan demikian, program ini memastikan pendampingan rohani yang intensif bagi seluruh Warga Binaan.
Pada akhirnya, pembinaan tersebut menjadi bekal utama sebelum Warga Binaan kembali ke masyarakat.
Dalam kesempatan tersebut, Nurchalis Nur menyampaikan bahwa perubahan sejati dimulai dari kesadaran batin.
Ia menekankan bahwa bimbingan rohani secara rutin membentuk integritas dan ketenangan spiritual Warga Binaan.
Selain keterampilan, Lapas Tual juga mendorong lahirnya pribadi yang memiliki karakter dan moral yang kuat.
Sejalan dengan itu, Penyuluh Agama Kemenag Maluku Tenggara, Meike Simaela, menyoroti pendekatan pembinaan yang humanis.
Ia menjelaskan bahwa pendekatan menyejukkan sangat efektif dalam menumbuhkan ketenangan batin Warga Binaan.
Lebih jauh, ia menegaskan pentingnya nilai kesabaran dan keikhlasan dalam pembinaan spiritual.
Dengan cara tersebut, Warga Binaan tetap memiliki pegangan rohani yang kuat dan berkelanjutan.
Di sisi lain, Kepala Kantor Wilayah Ditjenpas Maluku, Ricky Dwi Biantoro, menyampaikan harapan terhadap program yang berkelanjutan ini.
Menurutnya, bimbingan rohani mampu menciptakan suasana lapas yang lebih tenang dan kondusif.
Selain itu, program ini mendorong Warga Binaan merefleksikan kesalahan masa lalu secara mendalam.
Akhirnya, Warga Binaan diharapkan membangun tekad menjadi pribadi baru yang bermanfaat bagi keluarga dan lingkungan.
- Penulis: Husni
