Lapas Kotabaru dan Dinkes Perkuat Deteksi Dini Penyakit Menular bagi Warga Binaan
- account_circle Husni
- calendar_month
- visibility 70

Sumber: Lapas Kotabaru (Dok. Istimewa)
KOTABARU, PAStime News – Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Kotabaru bekerja sama dengan Dinas Kesehatan Kabupaten Kotabaru menyelenggarakan skrining untuk penyakit menular.
Acara ini di laksanakan dengan bantuan Puskesmas Dirgahayu di Aula Lapas Kotabaru pada hari Kamis (11/6).
Skrining di lakukan sebagai langkah awal untuk mendeteksi tuberkulosis (TB), virus human immunodeficiency (HIV), hepatitis, dan sifilis.
Selain itu, tujuan dari acara ini adalah untuk memastikan kesehatan Warga Binaan tetap terpantau dengan baik.
Sebanyak 73 Warga Binaan berpartisipasi dalam pemeriksaan kesehatan ini.
Sementara itu, ada lima tenaga kesehatan dari Puskesmas Dirgahayu yang melaksanakan proses skrining.
Pemeriksaan di lakukan melalui pengambilan sampel darah.
Kemudian, para peserta di wawancarai mengenai kesehatan mereka berdasarkan formulir skrining yang telah disediakan.
Dengan cara ini, faktor risiko dan kondisi kesehatan masing-masing peserta bisa di identifikasi lebih awal.
Kegiatan ini juga merupakan bagian dari upaya untuk mencegah dan mengendalikan penyakit menular di lingkungan Pemasyarakatan.
Maka dari itu, potensi masalah kesehatan dapat di ketahui dengan lebih cepat.
Selain itu, tindak lanjut medis bisa di berikan tepat waktu sesuai kebutuhan setiap Warga Binaan.
Kepala Seksi Bimbingan Narapidana dan Anak Didik, Medy Albar Suhartanto, menekankan pentingnya pemenuhan layanan kesehatan bagi Warga Binaan.
Ia menjelaskan,
“Melalui skrining ini, kami dapat memastikan kesehatan Warga Binaan terpantau dengan baik. Deteksi dini adalah langkah penting untuk mencegah penyebaran penyakit menular dan memastikan penanganan yang tepat dapat di lakukan. ”
Selain itu, ia menambahkan,
“Kami juga menghargai dukungan dari Dinas Kesehatan dan Puskesmas Dirgahayu dalam meningkatkan layanan kesehatan di Lapas Kotabaru. ”
Di sisi lain, wakil tim Puskesmas Dirgahayu, Herman, menyatakan pentingnya pelaksanaan skrining secara rutin.
Menurutnya,
“Skrining ini vital untuk mendeteksi lebih awal potensi penyakit menular agar segera dapat di ambil tindakan. ”
Ia menambahkan,
“Dengan cara ini, risiko penularan dapat di tekan. ”
Kegiatan tersebut berjalan dengan baik dan mendapat sambutan positif dari para Warga Binaan.
Selain di lakukan pemeriksaan kesehatan, kegiatan ini juga menjadi sarana untuk edukasi kesehatan.
Dengan demikian, di harapkan Warga Binaan semakin memahami pentingnya menjaga kesehatan diri dan lingkungan sekitar.
- Penulis: Husni
