Lapas Luwuk Perkuat Pendidikan Informal sebagai Wujud Pelayanan Prima dan Pemenuhan Hak Dasar Warga Binaan
- account_circle Husni
- calendar_month
- visibility 22

Lapas Luwuk Perkuat Pendidikan Informal sebagai Wujud Pelayanan Prima dan Pemenuhan Hak Dasar Warga Binaan (Dok. Istimewa)
LUWUK, PAStime News – Pertama, Lapas Kelas IIB Luwuk terus meningkatkan pelayanan terbaik bagi seluruh Warga Binaan.
Selanjutnya, pelayanan ini tidak hanya fokus pada aspek keamanan, tetapi juga memastikan pemenuhan hak-hak dasar mereka.
Melalui pendidikan informal berkelanjutan, Lapas Luwuk menegaskan peran pemasyarakatan sebagai sarana rehabilitasi, pengembangan diri, dan reintegrasi sosial Warga Binaan
Oleh karena itu, Lapas Luwuk memperkuat program pendidikan informal bagi para penghuni Lapas, pada hari Selasa (13/01).
Selain itu, program ini memastikan Warga Binaan tetap memiliki akses terhadap ilmu pengetahuan selama menjalani masa hukuman.
Dengan demikian, pendidikan menjadi bagian penting dalam proses rehabilitasi dan reintegrasi sosial pemasyarakatan.
Kepala Lapas Luwuk, Muhammad Bahrun, menegaskan bahwa pendidikan merupakan hak warga negara yang tidak terpisahkan meskipun mereka berada di balik jeruji.
Beliau menjelaskan program pendidikan informal ini mencakup pemberantasan buta aksara, pelatihan kemandirian, serta kajian tentang nilai-nilai spiritual.
“Kami ingin Warga Binaan bebas dengan bekal pengetahuan dan keterampilan, bukan hanya membawa surat lepas,” ujarnya.
Di lapangan, terlihat antusiasme yang tinggi dari Warga Binaan dalam mengikuti kegiatan pembelajaran.
Di ruang belajar, instruktur dan peserta aktif membangun diskusi yang interaktif serta konstruktif.
Selain teori, program ini juga menyediakan simulasi praktis yang sesuai dengan kebutuhan dunia kerja saat ini.
Selanjutnya, Kepala Kanwil Ditjenpas Sulawesi Tengah, Bagus Kurniawan, memberikan apresiasi yang tinggi terhadap program tersebut.
Ia menegaskan bahwa pendidikan di Lapas merupakan implementasi dari Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2022 tentang Pemasyarakatan.
“Kami mendukung penuh percepatan pendidikan informal sebagai bentuk pemenuhan HAM dan transformasi Lapas menjadi ruang edukasi,” tandasnya.
Akhirnya, melalui pendidikan informal yang berkelanjutan, Lapas Luwuk berharap membentuk pribadi yang unggul dan mandiri.
Dengan demikian, diharapkan Warga Binaan siap memberikan kontribusi positif terhadap pembangunan daerah setelah kembali ke masyarakat.
- Penulis: Husni
