Transformasi Layanan Kesehatan Pemasyarakatan: Lapas Kelas III Namlea Bersama Puskesmas Sawa Sukses Melampaui Target Skrining Massal HUT Ke-81 RI
- account_circle Husni
- calendar_month
- visibility 31

Sumber: Lapas Namlea (Dok. Istimewa)
NAMLEA, PAStime News — Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas III Namlea menyelenggarakan kegiatan Cek Kesehatan Gratis (CKG) dan Skrining Tuberkulosis (TBC).
Selanjutnya, agenda medis tersebut dilaksanakan pada Rabu (12/8) dalam rangka memeriahkan peringatan Ulang Tahun Ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.
Selain itu, program ini merupakan tindak lanjut resmi atas Surat Direktur Perawatan Kesehatan dan Rehabilitasi Ditjenpas Nomor PAS.6.PK.08.03-118.
Oleh karena itu, instruksi nasional tersebut menargetkan partisipasi sebanyak 81.000 peserta yang tersebar di seluruh Unit Pelaksana Teknis se-Indonesia.
Berkenaan dengan hal tersebut, Kepala Lapas Namlea, Muhammad M. Marasabessy, secara langsung mengapresiasi sinergi erat bersama tim medis Puskesmas Sawa.
Kutipan Muhammad M. Marasabessy (Kepala Lapas Namlea):
“Kegiatan CKG merupakan wujud pemenuhan hak-hak Warga Binaan untuk mendapatkan layanan kesehatan yang memadai dan tanpa dipungut biaya sepeser pun. Warga Binaan dapat menyampaikan segala keluhan kesehatannya kepada nakes agar mendapatkan penanganan medis yang lebih baik. Warga Binaan juga berkesempatan mendapatkan layanan kesehatan yang menyangkut TBC.”
Sementara itu, sembilan tenaga kesehatan Puskesmas Sawa dibantu peserta magang melakukan tahapan pemeriksaan medis menyeluruh kepada para peserta.
Kemudian, rangkaian pemeriksaan mencakup cek kadar gula darah, tekanan darah, antropometri, penelusuran gejala TBC, hingga pemberian edukasi kesehatan.
Di samping itu, Kepala Puskesmas Sawa, Risna Waliulu, menegaskan bahwa kolaborasi interinstansi ini menjadi kunci suksesnya pemenuhan hak medis.
Kutipan Risna Waliulu (Kepala Puskesmas Sawa):
“Kami harapkan melalui kegiatan ini jalinan silaturahmi antara Lapas Namlea dan Puskesmas Sawa semakin erat dan bekerja sama memenuhi hak kesehatan Warga Binaan. Akhir-akhir ini sedang tren penemuan kasus DBD. Untuk mengantisipasinya, kami harapkan seluruh Warga Binaan mawas diri terhadap kondisi kesehatan, apalagi kebersihan lingkungan yang menjadi faktor paling berpengaruh terhadap populasi nyamuk DBD atau Aedes aegypti.”
Oleh sebab itu, kebersihan lingkungan hunian menjadi perhatian utama guna menekan lonjakan kasus Demam Berdarah Dengue di Kabupaten Buru.
Kemudian, dari pihak internal, petugas Klinik Pratama Lapas Namlea, Fransky Uneputty, menyampaikan rincian jumlah peserta yang berpartisipasi aktif.
Kutipan Fransky Uneputty (Petugas Klinik Pratama Lapas Namlea):
“Karena sebagian Warga Binaan ada yang sudah mengikuti kegiatan ini sebelumnya, jadi kami ikutkan 66 peserta dari pegawai dan Warga Binaan. Hasilnya masih menunggu pemeriksaan dan pengujian lebih lanjut dari pihak Puskesmas Sawa.”
Hasilnya, keterlibatan 10 pegawai serta 56 warga binaan berhasil memecahkan target awal 36 orang dari Kantor Wilayah.
Akhirnya, seluruh sampel pemeriksaan saat ini sedang menjalani tahapan pengujian laboratorium secara intensif oleh pihak Puskesmas Sawa.
- Penulis: Husni
