Lapas Namlea Dukung Sensus Ekonomi 2026 melalui Penyajian Data Akurat dan Penguatan Program Pembinaan Produktif
- account_circle Husni
- calendar_month
- visibility 67

Sumber: Lapas Namlea (Dok. Istimewa)
NAMLEA, PAStime News – Lembaga Pemasyarakatan Kelas III Namlea menerima kunjungan dari Badan Pusat Statistik Kabupaten Buru pada hari Selasa (12/5).
Kunjungan ini bertujuan untuk mensosialisasikan Sensus Ekonomi yang akan di laksanakan pada tahun 2026.
Dalam acara tersebut, rombongan BPS Kabupaten Buru disambut oleh Pelaksana Harian Kepala Lapas Namlea, Mustapa La Abidin.
Mustapa menyampaikan ucapan terima kasih atas kunjungan tersebut dan menilai bahwa Lapas Namlea mendapatkan perhatian yang signifikan dalam program nasional ini.
“Kami sangat di hargai karena Lapas Namlea di pilih sebagai salah satu instansi vertikal yang mendapatkan kunjungan dari BPS Kabupaten Buru,” ungkap Mustapa.
Ia juga menegaskan komitmen sepenuhnya untuk mendukung pelaksanaan sensus ekonomi yang akan datang.
“Oleh karena itu, kami siap untuk menyediakan data yang akurat sesuai dengan program pembinaan yang sedang di laksanakan,” tambahnya.
Sementara itu, Statistisi Ahli Pertama BPS Kabupaten Buru, Herpanidra Fadhilah, menguraikan dasar pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026.
Ia menjelaskan bahwa kegiatan ini mengacu pada Undang-Undang Nomor 16 Tahun 1997 tentang Statistik.
Lebih lanjut, sensus ekonomi di laksanakan setiap sepuluh tahun sekali pada tahun berakhiran angka enam.
Herpanidra juga menyampaikan bahwa tahun 2026 akan menjadi pelaksanaan kelima secara nasional di seluruh Indonesia.
Saat ini, BPS Kabupaten Buru telah mulai melakukan sosialisasi di berbagai instansi pemerintah daerah.
“Kami melanjutkan surat dukungan dari Bupati Buru dengan melakukan sosialisasi ke setiap organisasi perangkat daerah,” terang Herpanidra.
Ia menambahkan bahwa sensus akan di lakukan secara serentak di seluruh Indonesia, termasuk di Kabupaten Buru.
“Dengan demikian, seluruh penduduk akan di catat dalam pelaksanaan sensus ekonomi ini,” ucapnya.
Di sisi lain, sosialisasi ini di anggap relevan dengan program pembinaan yang ada di Lapas Namlea.
Hal ini di sebabkan karena lapas tersebut memiliki berbagai kegiatan ekonomi produktif untuk warga binaan.
Kegiatan tersebut mencakup usaha penyulingan minyak kayu putih dan program pertanian.
“Benar-benar tepat bagi kami untuk melaksanakan sosialisasi ini,” tutup Herpanidra.
- Penulis: Husni
