Lapas Narkotika Karang Intan Perkuat Pembinaan Keagamaan melalui Program Baca Tulis Al-Qur’an Berbasis Partisipatif
- account_circle Husni
- calendar_month
- visibility 12

Lapas Narkotika Karang Intan Perkuat Pembinaan Keagamaan melalui Program Baca Tulis Al-Qur’an Berbasis Partisipatif (Dok. Istimewa)
KARANGINTAN, Pastime News – Sebagai langkah strategis, Lapas Narkotika Kelas IIA Karang Intan terus memperkuat pembinaan kepribadian yang berbasis pada nilai keagamaan.
Oleh karena itu, petugas menyelenggarakan kegiatan baca tulis Al-Qur’an di Masjid At-Taubah, Kamis (15/1).
Selain itu, para Warga Binaan turut serta dalam kegiatan tersebut dengan semangat tinggi dan antusias mengikuti pembelajaran.
Melalui pembinaan baca tulis Al-Qur’an yang berkelanjutan dan berbasis kemandirian Warga Binaan, Lapas Narkotika Karang Intan menegaskan komitmen membentuk karakter religius dan berorientasi perubahan perilaku positif
Program ini menjadi bagian dari pembinaan kerohanian Islam yang terarah serta berkelanjutan.
Dengan demikian, kegiatan tersebut mampu menumbuhkan keimanan, menajamkan akhlak, serta membentuk karakter yang lebih baik bagi para Warga Binaan.
Pada akhirnya, pembinaan tersebut membantu mereka kembali ke masyarakat dengan kondisi yang lebih siap dan lebih baik.
Sementara itu, pelaksana bimbingan kerohanian, Ardian, menggunakan pendekatan partisipatif dan mandiri dalam kegiatan ini.
Selanjutnya, para Warga Binaan yang sudah mahir membaca Al-Qur’an membimbing rekan-rekan yang masih pemula.
Dengan cara ini, proses belajar berjalan lebih efektif, sekaligus meningkatkan rasa saling mendukung dan membangun antar peserta.
Lebih lanjut, Ardian menjelaskan bahwa konsep pembelajaran dalam program ini berasal dari Warga Binaan sendiri kepada Warga Binaan lainnya.
Oleh sebab itu, suasana belajar terasa akrab, terbuka, serta penuh rasa percaya antar peserta.
Akibatnya, peserta aktif bertanya tentang makharijul huruf dan tajwid tanpa rasa takut atau malu.
Di sisi lain, salah satu Warga Binaan, Faisal Amir, merasa mendapatkan manfaat besar dari program tersebut.
Ia mengungkapkan rasa syukurnya karena kini bisa membaca Al-Qur’an secara bertahap.
Sebelumnya, ia belum pernah memiliki kemampuan seperti ini sepanjang hidupnya.
Faisal menyampaikan bahwa program ini sangat membantu dalam meningkatkan kualitas dirinya secara spiritual.
Menurutnya, pembinaan ini memberikan makna baru dalam menjalani masa pidana.
Dengan demikian, ia merasa lebih optimis menghadapi masa depan.
Pada kesempatan berbeda, Kepala Lapas Narkotika Karang Intan, Yugo Indra Wicaksi, menegaskan pentingnya pembinaan keagamaan.
Menurutnya, penguatan iman dan akhlak menjadi dasar utama perubahan perilaku Warga Binaan.
Oleh karena itu, pembinaan rohani harus di lakukan secara konsisten dan terarah.
Yugo menjelaskan bahwa kegiatan baca tulis Al-Qur’an bukan hanya sekadar melatih kemampuan membaca,
melainkan juga membentuk karakter, kesadaran diri, dan nilai moral para Warga Binaan.
Dengan demikian, mereka lebih siap kembali ke masyarakat dengan kepribadian yang lebih baik.
Sebagai informasi tambahan, program baca tulis Al-Qur’an di laksanakan tiga kali setiap minggu.
Melalui kegiatan ini, para Warga Binaan di harapkan mampu membaca Al-Qur’an secara benar dan terus-menerus.
Selain itu, mereka juga di harapkan mampu menerapkan nilai-nilai Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari.
Akhirnya, melalui pembinaan rohani yang berkelanjutan, Lapas Narkotika Karang Intan menegaskan komitmennya dalam pemasyarakatan yang humanis.
Dengan pendekatan ini, lembaga membentuk para Warga Binaan yang beriman, bertakwa, dan memiliki akhlak yang mulia.
Secara keseluruhan, program ini memfokuskan diri pada perubahan perilaku menuju kehidupan yang lebih baik.
- Penulis: Husni
