Lapas Palu Panen 25 Kg Jambu Kristal, Tingkatkan Kemandirian dan Ketahanan Pangan Warga Binaan
- account_circle mamang
- calendar_month
- visibility 28

Lapas Palu berhasil panen 25 kg jambu kristal, program ketahanan pangan yang mendukung Warga Binaan dengan hasil berkualitas. (Dok: Humas Lapas Palu)
PAStime News, Palu, 10 November 2025 – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Palu mencatat keberhasilan dalam program ketahanan pangan dengan panen 25 kg jambu kristal dari Sarana Asimilasi dan Edukasi (SAE) Kebun Langaleso, Desa Sigi. Panen ini menarik perhatian keluarga Warga Binaan yang berkunjung ke Lapas pada Senin (10/11).
Hasil panen dipasarkan langsung di area kunjungan dengan harga terjangkau, Rp10.000 per kilogram. Buah jambu kristal yang segar dan berkualitas membuat banyak pengunjung tertarik membeli sebagai bentuk dukungan terhadap program positif Pemasyarakatan.
Kepala Lapas Palu, Makmur, memberikan apresiasi kepada Warga Binaan yang merawat tanaman hingga memasuki masa panen. “Program ketahanan pangan ini tidak hanya meningkatkan keterampilan, tetapi juga menumbuhkan rasa percaya diri dan produktivitas bagi Warga Binaan,” ujarnya.
Budidaya jambu kristal merupakan program unggulan SAE Lapas Palu, yang melibatkan Warga Binaan dalam seluruh tahap perawatan, mulai dari penanaman, pemupukan, hingga panen.
Ayub, salah satu Warga Binaan yang ikut merawat jambu kristal, mengaku bangga dapat berpartisipasi dalam program pembinaan kemandirian. “Merawat tanaman ini mengajarkan saya sabar dan telaten. Bangga melihat hasil kerja kami tumbuh subur,” tuturnya.
Tidak hanya keluarga Warga Binaan, masyarakat umum pun menyambut positif hasil panen tersebut. “Jambunya manis, segar, dan harganya terjangkau. Kami senang bisa mendukung program seperti ini,” kata seorang pengunjung.
Kepala Kanwil Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Sulawesi Tengah, Bagus Kurniawan, mengapresiasi keberhasilan panen jambu kristal. Ia menekankan bahwa program ketahanan pangan memberikan manfaat langsung bagi Warga Binaan, keluarga, dan masyarakat, sekaligus menambah nilai produktif Pemasyarakatan.
Keberhasilan panen ini menegaskan komitmen Lapas Palu dalam mengembangkan program pembinaan berbasis keterampilan dan ketahanan pangan sebagai bagian dari upaya membangun Warga Binaan yang produktif dan mandiri.
- Penulis: mamang
