Lapas Pangkalpinang Perkuat Karakter Siswa PKBM Lewat ESQ
- account_circle Husni
- calendar_month
- visibility 44

Sumber : Lapas Pangkalpinang (Dok. Istimewa)
Pangkalpinang, PAStime News – Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Pangkalpinang membekali 84 Warga Binaan dengan materi Emotional Spiritual Quotient dalam Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah PKBM Pengayoman Tahun Ajaran 2026/2027, Kamis (30/7).
Selanjutnya, kegiatan tersebut menjadi langkah awal membangun karakter, memperkuat motivasi belajar, serta mempersiapkan peserta mengikuti proses pendidikan.
Kemudian, petugas Lapas, Hefin Satria, menyampaikan materi melalui ceramah, diskusi, dan refleksi interaktif.
Selain itu, peserta di ajak mengelola emosi, memperkuat nilai spiritual, serta membangun pola pikir positif sebagai fondasi perubahan diri.
Menurut Hefin Satria, pendidikan tidak hanya meningkatkan kemampuan akademik, tetapi juga membentuk karakter yang kuat.
“Melalui materi ESQ ini, kami ingin menumbuhkan kesadaran bahwa perubahan di mulai dari diri sendiri. Ketika emosi dikelola dengan baik dan nilai spiritual makin kuat, semangat belajar dan kesiapan menjadi pribadi yang lebih baik juga akan tumbuh,” tuturnya.
Sementara itu, Kepala Subseksi Bimbingan Kemasyarakatan dan Perawatan, Idham Arafah, menegaskan pembinaan karakter menjadi bagian penting penyelenggaraan pendidikan di Lapas.
“PKBM bukan hanya memberikan pendidikan formal, tetapi juga membentuk karakter. Kami berharap seluruh peserta mengendalikan emosi, memperkuat spiritualitas, dan menerapkan nilai-nilai positif dalam kehidupan sehari-hari sebagai proses pembinaan,” pintanya.
Di sisi lain, peserta MPLS berinisial SA mengaku memperoleh motivasi baru setelah mengikuti pembekalan ESQ.
“Saya merasa lebih termotivasi untuk belajar, memahami pentingnya mengendalikan emosi, dan memiliki keyakinan untuk terus memperbaiki diri selama menjalani pembinaan di Lapas,” ujarnya.
Oleh karena itu, Lapas Pangkalpinang terus memperkuat pendidikan karakter melalui PKBM Pengayoman agar Warga Binaan memiliki kesiapan mental, emosional, dan spiritual.
Dengan demikian, pembinaan tersebut diharapkan menjadi bekal penting bagi peserta untuk kembali ke masyarakat sebagai pribadi yang lebih baik.
- Penulis: Husni
