Lapas Parigi Panen 53 Kilogram Ikan Budidaya
- account_circle Husni
- calendar_month
- visibility 42

Sumber Lapas Parigi (Dok. Istimewa)
Parigi, Pastime News – Lapas Kelas III Parigi berhasil memanen 53 kilogram ikan mujair dan nila di area Sarana Asimilasi dan Edukasi, Rabu (8/7).
Selanjutnya, panen di pimpin oleh Pelaksana Tugas Kepala Lapas Parigi, I Wayan Widana, bersama petugas dan para Warga Binaan yang terlibat dalam program pembinaan perikanan.
Setelah itu, ikan yang ukurannya sesuai untuk langsung di konsumsi didistribusikan ke dapur Lapas agar di olah menjadi bahan makanan bagi Warga Binaan.
Selain itu, hasil panen tersebut juga membantu program ketahanan pangan nasional dan memperkuat pembinaan kemandirian berdasarkan sektor perikanan.
Menurut I Wayan Widana, program tersebut membantu memenuhi kebutuhan pangan sekaligus memperbaiki keterampilan para Warga Binaan.
“Hasil panen tersebut langsung kami berikan ke bagian dapur Lapas untuk diubah menjadi bahan makanan bagi para Warga Binaan. Langkah ini memiliki dua manfaat, yaitu membantu meningkatkan ketahanan pangan di dalam Lapas serta menjadi sarana belajar bagi Warga Binaan melalui kegiatan praktik budidaya perikanan,” jelasnya.
Sementara itu, salah satu warga binaan yang berinisial LH mengatakan bahwa dia bersyukur bisa mendapatkan kesempatan untuk belajar budidaya ikan selama menjalani hukuman pidananya.
Menurutnya, keterampilan itu sangat penting sebagai bekal untuk menjalani hidup yang lebih baik setelah kembali ke masyarakat.
“Keterampilan ini sangat berguna dan semoga bisa kami gunakan untuk mencari penghasilan setelah keluar nanti,” kata LH.
Di sisi lain, Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Sulawesi Tengah, Herman Mulawarman, menghargai hasil panen yang berhasil tersebut.
Menurutnya, hasil panen menunjukkan bahwa pembinaan berhasil memberikan manfaat nyata sekaligus membantu meningkatkan kemandirian ekonomi warga binaan.
Hasil panen ini menunjukkan bahwa upaya pembinaan yang dilakukan berhasil memberikan manfaat yang nyata.
“Secara khusus bagi Warga Binaan, tetapi juga mendukung program ketahanan pangan yang menjadi prioritas pemerintah,” puji dia.
Selanjutnya, Herman berharap semua Unit Pelaksana Teknis Pemasyarakatan di Sulawesi Tengah bisa membuat program yang sama juga.
Setiap unit pelaksanaan teritorial memiliki kemampuan yang bisa di manfaatkan untuk memperkuat ketahanan pangan sekaligus memberikan keahlian berguna kepada warga binaan agar mereka siap saat kembali ke masyarakat, tambahnya.
Program budidaya ikan tersebut adalah bagian dari implementasi Asta Cita Presiden RI melalui 15 Program Aksi yang dikelola oleh Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan.
Sebab itu, Lapas Parigi terus memberikan bimbingan yang berguna untuk mendukung kebutuhan pangan sekaligus membantu Warga Binaan agar bisa hidup mandiri setelah bebas.
- Penulis: Husni
