Lapas Perempuan Ambon Perkuat Pembinaan Lewat Bacarita
- account_circle Husni
- calendar_month
- visibility 43

Sumber : Lapas Perempuan Ambon
Ambon, INFO_PAS – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Perempuan Kelas III Ambon mengadakan kegiatan Bacarita bersama Warga Binaan sebagai sarana untuk memperkuat komunikasi dan mendukung efektivitas pembinaan pada hari Selasa, 21 Juli.
Kegiatan ini di pimpin oleh Kepala Lapas Perempuan Ambon, Hesta Van Harling, dan di hadiri oleh jajaran pembinaan dalam suasana hangat dan penuh kekeluargaan.
Melalui forum tersebut, petugas menyampaikan arah program pembinaan yang akan di laksanakan di Lapas Perempuan Ambon. Warga Binaan juga diberikan kesempatan untuk menyampaikan masukan, harapan, serta pandangan terkait pelaksanaan pembinaan. Dialog ini di harapkan dapat menghasilkan program yang lebih tepat sasaran dan sesuai dengan kebutuhan Warga Binaan.
Kepala Lapas Perempuan Ambon, Hesta Van Harling, menegaskan bahwa Bacarita merupakan bagian dari pendekatan pembinaan yang mengedepankan nilai-nilai kemanusiaan.
“Bacarita menjadi wadah bagi kami untuk membangun komunikasi yang terbuka dengan Warga Binaan. Melalui dialog ini, kami berharap setiap program pembinaan yang di rancang dapat memberikan manfaat, meningkatkan keterampilan, serta mempersiapkan Warga Binaan agar siap kembali berbaur dengan masyarakat,” ujarnya.
Selain memperkuat komunikasi, kegiatan ini juga berfungsi sebagai media untuk membangun kepercayaan antara petugas dan Warga Binaan. Salah seorang Warga Binaan, yang berinisial A, mengungkapkan apresiasi atas kesempatan untuk berdialog langsung dengan pimpinan Lapas.
“Kami senang karena dapat menyampaikan pendapat dan mendengar langsung arahan dari Ibu Kalapas. Kegiatan seperti ini memberikan motivasi kepada kami untuk mengikuti program pembinaan dengan baik dan terus berusaha menjadi pribadi yang lebih baik,” ungkapnya.
Ke depan, Lapas Perempuan Ambon berkomitmen untuk terus menghadirkan pembinaan yang partisipatif, humanis, dan berkelanjutan. Pendekatan ini diharapkan dapat membentuk Warga Binaan yang mandiri, produktif, serta siap untuk berintegrasi kembali dengan masyarakat setelah menyelesaikan masa pidana.
- Penulis: Husni
