Lapas Perempuan Martapura Kantongi Hak Merek Sasirangan, Dorong Kemandirian Warga Binaan Berkarya Berbasis Budaya Lokal
- account_circle Husni
- calendar_month
- visibility 172

Lapas Perempuan Martapura Kantongi Hak Merek Sasirangan, Dorong Kemandirian Warga Binaan Berkarya Berbasis Budaya Lokal
MARTAPURA,PAStime News –
Kepemilikan hak merek sasirangan memperkuat pembinaan kemandirian di Lapas Perempuan Martapura melalui keterlibatan aktif Warga Binaan, peningkatan kreativitas, serta penguatan nilai ekonomi dan pelestarian budaya lokal secara berkelanjutan
Sebagai langkah strategis, Lapas Perempuan Kelas IIA Martapura memperkuat pembinaan kemandirian.
Selain itu, Lapas resmi mengantongi hak merek produk kain sasirangan Warga Binaan.
Dengan demikian, pembinaan berbasis potensi lokal semakin bernilai dan berkelanjutan.
Seiring capaian tersebut, Lapas melibatkan Warga Binaan secara aktif.
Selanjutnya, Warga Binaan mengerjakan tahapan lanjutan produksi secara mandiri.
Salah satunya, mereka membuat pola kain sasirangan secara langsung.
Kegiatan pembuatan pola menjadi bagian produksi berkelanjutan.
Sebelumnya, pembinaan berfokus pada teknik dasar pengikatan dan pewarnaan.
Oleh karena itu, hak merek mendorong pembinaan lebih komprehensif.
Dengan kepemilikan merek, pembinaan tidak hanya menekankan keterampilan teknis.
Selain itu, pembinaan menguatkan kreativitas, kemandirian, dan tanggung jawab kualitas.
Dengan begitu, produk memiliki nilai dan kesinambungan.
Kepala Lapas Perempuan Martapura, Evi Loliancy, menyampaikan nilai strategis capaian tersebut.
“Hak merek ini menjadi pengakuan dan perlindungan karya Warga Binaan yang bernilai dan dapat dipertanggungjawabkan.”
Selanjutnya, Evi menegaskan pentingnya pelibatan menyeluruh dalam pembinaan.
“Dengan keterlibatan penuh, Warga Binaan belajar disiplin kerja, kreativitas, dan percaya diri sebagai bekal reintegrasi.”
Sementara itu, salah satu Warga Binaan mengungkapkan antusiasme mengikuti kegiatan.
“Kami merasa dihargai, lebih percaya diri, dan bertanggung jawab terhadap hasil karya.”
Akhirnya, program sasirangan menegaskan komitmen Lapas Perempuan Martapura.
Selain itu, pembinaan menghadirkan kegiatan produktif bernilai ekonomi.
Dengan demikian, Pemasyarakatan mendukung kemandirian dan reintegrasi sosial berkelanjutan.
- Penulis: Husni
