Keberhasilan panen tersebut tidak hanya menjadi wujud nyata dari program pembinaan yang berkelanjutan, tetapi juga mampu memenuhi kebutuhan pasar lokal di wilayah Piru. Dengan pengelolaan yang teratur dan hasil panen yang segar, produk pertanian Lapas Piru kini semakin diminati oleh masyarakat sekitar.
Kepala Subseksi Kegiatan Kerja, Ode Mustafa, menjelaskan bahwa pencapaian ini merupakan hasil dari kedisiplinan dan kerja keras warga binaan.
“Kami terus memberikan pendampingan dan motivasi agar warga binaan memiliki keterampilan yang bisa dimanfaatkan setelah bebas nanti. Alhamdulillah, hasil kacang panjang kita selama ini sudah bisa memenuhi permintaan pasar lokal,” ujar Mustafa.
Sementara itu, Kepala Lapas Piru, Hery Kusbandono, memberikan apresiasi tinggi terhadap semangat dan konsistensi warga binaan dalam mengembangkan lahan pertanian binaan.
“Keberhasilan ini menjadi bukti nyata bahwa pembinaan kemandirian di Lapas Piru berjalan efektif. Kami tidak hanya menanam hasil bumi, tetapi juga menanam harapan agar warga binaan bisa mandiri dan produktif setelah kembali ke masyarakat,” ungkap Hery.
Dengan hasil panen yang terus stabil dan berkelanjutan, Lapas Piru berkomitmen untuk memperluas lahan tanam serta meningkatkan kualitas produksi. Langkah ini sejalan dengan upaya pemerintah dalam mendukung ketahanan pangan nasional dan pemberdayaan warga binaan pemasyarakatan di bawah naungan Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham) Maluku.
Program pertanian produktif yang dijalankan Lapas Piru ini menjadi contoh nyata bagaimana pembinaan berbasis kemandirian dapat memberikan manfaat sosial dan ekonomi, baik bagi warga binaan maupun masyarakat sekitar.

