Lapas Piru Perkuat Kemandirian Warga Binaan Lewat Panen Buncis Produktif
- account_circle Husni
- calendar_month
- visibility 108

Dok. Humas Lapas Piru (Dok. Istimewa)
PIRU, PAStime News — Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIB Piru kembali menunjukkan dedikasinya melalui program pelatihan kemandirian yang berfokus pada kegiatan yang menghasilkan.
Pada hari Senin tanggal 30 Maret, para Warga Binaan berhasil memetik buncis seberat 15 kilogram dari kebun di luar Lapas.
Kegiatan ini adalah bagian dari program berkelanjutan yang bertujuan untuk memberikan keterampilan praktis kepada Warga Binaan.
Hasil panen tersebut di gunakan untuk kebutuhan dapur Lapas, dan sebagian lagi di jual untuk meningkatkan pendapatan.
Dengan cara ini, program ini tidak hanya fokus pada hasil, tetapi juga memberikan manfaat yang berkelanjutan.
Kepala Subseksi Kegiatan Kerja, Ode Mustafa, juga menggarisbawahi pentingnya proses belajar dalam kegiatan ini.
“Program ini bertujuan memberikan keterampilan praktis kepada Warga Binaan agar mereka siap setelah kembali ke masyarakat,” katanya.
Ia juga menambahkan bahwa kegiatan ini membantu melatih disiplin dan tanggung jawab secara terus-menerus.
Salah satu Warga Binaan yang bernama A mengatakan bahwa ia memiliki pengalaman positif selama mengikuti kegiatan pertanian ini.
“Kami belajar dari tahap menanam sampai panen,” katanya.
Ia juga menyebut bahwa kegiatan ini menambah pengetahuan dan menjadi bekal untuk masa depan.
Di sisi lain, Kepala Lapas Piru, Hery Kusbandono, menegaskan keseriusannya dalam mengembangkan program kemandirian secara berkelanjutan.
“Program pelatihan kemandirian seperti ini akan terus kami dorong dan tingkatkan,” ujarnya.
Selain itu, program ini juga sejalan dengan kebijakan strategis kementerian untuk meningkatkan kemandirian para Warga Binaan.
Kegiatan ini juga mendukung 15 Program Aksi Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan yang berkaitan dengan ketahanan pangan.
Oleh karena itu, pemanfaatan lahan yang produktif adalah langkah nyata untuk mendukung sektor pertanian, perikanan, dan peternakan.
Dengan demikian, Lapas Piru terus menciptakan suasana pelatihan yang produktif dan mempersiapkan Warga Binaan agar lebih mandiri.
- Penulis: Husni
