Lapas Takalar Tingkatkan Kesiapsiagaan Medis Petugas
- account_circle Husni
- calendar_month
- visibility 71

Sumber: Lapas Takalar (Dok. Istimewa)
TAKALAR, PAStime News — Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIB Takalar menggelar pelatihan kegawatdaruratan medis melalui simulasi Bantuan Hidup Dasar, Senin (18/5).
Selain itu, kegiatan tersebut bertujuan meningkatkan kesiapsiagaan petugas dalam memberikan pertolongan pertama saat kondisi darurat.
Pemateri kegiatan, Sri Ayu Lestari Wulandari, menegaskan pelatihan menjadi langkah optimalisasi penanganan medis darurat.
Karena itu, pelatihan di fokuskan pada peningkatan pengetahuan serta keterampilan petugas menghadapi kondisi kritis.
“Kegiatan ini sangat penting untuk meningkatkan kemampuan pertolongan pertama pada korban henti jantung,” ujarnya.
Selain itu, dr. Ayu berharap pelatihan tersebut mampu menumbuhkan kepedulian kemanusiaan di lingkungan Lapas Takalar.
Menurutnya, peningkatan keterampilan darurat medis penting di terapkan bagi petugas maupun Warga Binaan.
“Saya berharap pelatihan ini menjadi pembiasaan, bukan hanya bagi petugas, tetapi juga Warga Binaan,” harapnya.
Sementara itu, Kepala Lapas Takalar, Andi Gunawan, menyampaikan keterampilan tersebut wajib di miliki seluruh petugas.
Sebab, tugas pemasyarakatan bersentuhan langsung dengan potensi kecelakaan maupun kondisi darurat di lingkungan hunian.
Karena itu, kesiapan awal sebelum tenaga medis datang di nilai sangat penting dalam menyelamatkan korban.
“Kami ingin memastikan petugas memiliki kesigapan dasar sebelum bantuan medis tiba,” jelas Andi Gunawan.
Selain itu, ia mengajak seluruh petugas terus meningkatkan kepedulian terhadap kesehatan pribadi dan lingkungan kerja.
Selanjutnya, peningkatan kesiapsiagaan di nilai mampu menciptakan pelayanan pemasyarakatan yang aman, sehat, dan responsif.
“Edukasi seperti ini harus di pahami petugas dan nantinya juga Warga Binaan,” tandasnya.
Di sisi lain, salah seorang peserta pelatihan, Mursadi, mengapresiasi kegiatan tersebut.
Menurutnya, pelatihan memberikan pemahaman baru terkait langkah penanganan ketika situasi kritis terjadi secara mendadak.
“Kami jadi mengetahui tindakan yang harus di lakukan saat kondisi darurat terjadi,” ujar Mursadi.
- Penulis: Husni
