Lapas Tolitoli Perketat Pengadaan Bama 2026: Instruksi Tegas Menimipas Soal Transparansi & Gizi Warga Binaan
- account_circle Ghiffary Alfiansyach
- calendar_month
- visibility 17

PAStime News, TOLITOLI – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Tolitoli mengikuti arahan virtual Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan (Menimipas) Agus Andrianto terkait pengadaan Bahan Makanan (Bama) Tahun Anggaran 2026. Kegiatan strategis ini menjadi langkah awal Lapas Tolitoli dalam memperkuat tata kelola layanan Pemasyarakatan sekaligus memastikan pemenuhan gizi Warga Binaan secara lebih transparan, akuntabel, dan berkelanjutan.
Kepala Lapas Tolitoli, Muhammad Ishak, bersama Staf Pejabat Pembuat Komitmen Muhammad Isra, mengikuti arahan tersebut secara penuh. Ishak menegaskan bahwa agenda ini menjadi pedoman penting dalam penyusunan perencanaan Bama tahun depan.
“Pengadaan Bama bukan hanya soal menyediakan makanan, tetapi wujud komitmen menghadirkan layanan Pemasyarakatan yang manusiawi dan bertanggung jawab. Arahan ini memperkuat langkah kami memastikan kebutuhan gizi Warga Binaan terpenuhi dengan standar terbaik,” ujarnya.
Dalam arahannya, Menimipas Agus Andrianto menekankan kewajiban melibatkan pengusaha lokal dalam pengadaan Bama 2026. Hal ini diharapkan dapat mendorong pemerataan ekonomi sekaligus menjaga transparansi proses pengadaan.
“Tidak boleh ada pihak yang mengatasnamakan pimpinan dalam urusan pengadaan. Jika ditemukan penyimpangan, wajib dilaporkan. Integritas adalah kunci agar pengelolaan Bama benar-benar tepat sasaran,” tegas Agus.
Penguatan pengawasan, efisiensi anggaran, serta keselarasan antara permintaan dan kebutuhan gizi menjadi fokus utama yang ditekankan dalam arahan tersebut. Dengan perencanaan yang matang, penyediaan Bama diharapkan menghadirkan menu yang lebih sehat, terukur, dan mendukung peningkatan kualitas kesehatan Warga Binaan.
Kegiatan ini juga sejalan dengan Sapta Arahan Kakanwil Ditjenpas Sulawesi Tengah, Bagus Kurniawan, yang menitikberatkan implementasi 13 Program Akselerasi Menimipas dalam rangka mendukung pencapaian Asta Cita Presiden.
Dengan dimulainya perencanaan secara lebih awal, Lapas Tolitoli optimistis pemenuhan gizi Warga Binaan pada tahun 2026 akan lebih optimal. Pelayanan yang semakin profesional diharapkan memberi dampak positif pada kondisi kesehatan, ketertiban, serta proses pembinaan, sehingga mewujudkan lingkungan Pemasyarakatan yang semakin berkualitas dan berintegritas.
- Penulis: Ghiffary Alfiansyach
