Lapas Wahai Gelar Ibadah Minggu Prapaskah II untuk Pembinaan Mental dan Spiritual Warga Binaan
- account_circle Husni
- calendar_month
- visibility 157

Lapas Wahai Gelar Ibadah Minggu Prapaskah II untuk Pembinaan Mental dan Spiritual Warga Binaan
WAHAI,PAStime News – Melalui ibadah Minggu Prapaskah II bertema “Kasih Setia Tuhan Tak Berkesudahan,” Lapas Kelas III Wahai memperkuat pembinaan kepribadian berbasis keagamaan guna membangun karakter, pengharapan, dan semangat perubahan positif Warga Binaan menjelang perayaan Paskah.
Lembaga Pemasyarakatan Kelas III Wahai menggelar ibadah Minggu Prapaskah II di Gereja Ebenhaezer. Tema ibadah, Kasih Setia Tuhan Tak Berkesudahan, menyampaikan pesan pemulihan, pengharapan, dan perubahan perilaku.
Kepala Lapas, Tersih Victor Noya, menyatakan kegiatan ini pilar penting pembinaan mental dan spiritual.
Kami berharap melalui ibadah, Warga Binaan merasakan damai sejahtera, memperbaiki karakter, dan memiliki semangat bertobat.
Kasih setia Tuhan menjadi fondasi agar mereka optimis menjadi pribadi lebih baik saat kembali ke masyarakat.
Kepala Subseksi Pembinaan, Merpaty Susana Mouw, menambahkan bahwa pembinaan kerohanian membentuk karakter Warga Binaan.
Kami melihat antusiasme luar biasa Warga Binaan mengikuti ibadah.
Pembinaan kepribadian melalui kegiatan keagamaan membangun kesadaran, kedisiplinan, dan nilai moral.
Dalam ibadah, Penatua Musa Elake menekankan bahwa penderitaan manusia tidak lepas dari perhatian Tuhan. Firman Ratapan 3:19-23 menegaskan bahwa kasih setia Tuhan selalu baru setiap pagi.
Di tengah keterbatasan dan pergumulan hidup, Tuhan tetap setia.
Penderitaan bukan akhir, melainkan proses pembentukan iman dan karakter.
Selama berharap kepada Tuhan, selalu ada penghiburan dan harapan baru.
Suasana ibadah berlangsung khidmat dan penuh penghayatan. Warga Binaan mengikuti pujian, doa, dan perenungan firman dengan sungguh-sungguh. Selain itu, momentum ini menguatkan rohani dan mempersiapkan hati menyambut Paskah.
Melalui kegiatan ini, Lapas Wahai menegaskan komitmen menghadirkan pembinaan humanis yang menyentuh aspek terdalam kehidupan Warga Binaan Kristiani. Oleh karena itu, semangat Paskah menjadi sumber pengharapan dan pembaruan hidup bagi setiap pribadi di balik jeruji.
- Penulis: Husni
