Mentan Amran: Indonesia Umumkan Swasembada Pangan 31 Desember
- account_circle Husni
- calendar_month
- visibility 21

Mentan Amran: Indonesia umumkan swasembada pangan 31 Desember
Jakarta, PAStime News – Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menegaskan Indonesia siap mengumumkan swasembada beras dan jagung pada 31 Desember 2025 pukul 12.00 WIB. Ia menyampaikan target nasional itu semakin dekat karena produksi meningkat dan distribusi pangan stabil, sehingga ketahanan pangan terus terjaga kuat.
Komitmen Pemerintah Mendorong Ketahanan Pangan Melalui Produksi Nasional yang Berkelanjutan, Distribusi Logistik yang Semakin Merata, Dukungan Petani di Seluruh Daerah, serta Peningkatan Stok Cadangan Beras Pemerintah yang Kini Berada pada Rekor Tertinggi dalam Sejarah, sehingga Indonesia Semakin Percaya Diri Menghadapi Tantangan Krisis Pangan Global
Amran menyatakan pemerintah optimistis mencapai swasembada. Selain itu, ia menegaskan capaian ini hadir melalui kerja keras petani serta dukungan distribusi logistik yang semakin lancar.
Ia menjelaskan cadangan beras pemerintah kini mencapai 3,8 juta ton. Angka tersebut menjadi rekor tertinggi sepanjang sejarah dan tetap stabil hingga akhir tahun.
Selain itu, Amran menekankan seluruh beras di gudang Bulog berasal dari petani dalam negeri. Karena itu, Indonesia tidak bergantung impor untuk memperkuat cadangan nasional.
“Yang menarik, beras di gudang Bulog adalah produksi petani Indonesia,” ujar Amran usai pelepasan 207 truk logistik untuk wilayah bencana di Sumatera.
Badan Pusat Statistik sebelumnya menyampaikan potensi produksi beras 2025 mencapai 34,79 juta ton. Jumlah ini naik 4,17 juta ton atau 13,6 persen dibanding tahun 2024.
Selanjutnya, peningkatan terbesar berasal dari panen Januari–April 2025. Pada periode itu, potensi naik 26,54 persen karena musim tanam berjalan optimal.
Data tersebut berdasarkan hasil amatan KSA Oktober 2025. Produksi GKG diperkirakan mencapai 60,37 juta ton atau naik 13,61 persen sepanjang 2025.
Potensi panen tertinggi masih berada di Pulau Jawa, terutama Jawa Barat, Jawa Timur, dan Jawa Tengah. Kemudian, wilayah potensial di Sumatera mencakup Lampung, Aceh, Sumatera Selatan, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.
Selain itu, potensi besar juga terlihat di Sulawesi Selatan, Sulawesi Tengah, NTB, NTT, dan Kalimantan Barat. Pemerintah terus mengarahkan dukungan agar wilayah itu menopang ketahanan pangan nasional.
Pada tingkat kabupaten, kontribusi terbesar antara lain Subang, Indramayu, Karawang, Bekasi, dan Tasikmalaya. Kemudian, Sukabumi, Cianjur, Cirebon, dan Garut juga memperkuat pasokan produksi nasional.
Daerah lain seperti Demak, Ngawi, Bojonegoro, dan Madiun terus memperluas areal panen. Selain itu, Aceh Utara, Banyuasin, OKI, Oku Timur, Sambas, Pinrang, dan Luwu Timur ikut menyumbang produksi stabil.
- Penulis: Husni
