Metode ‘30 Menit Bisa Membaca Al-Qur’an’ LPKA Muara Bulian Dapat Dukungan Ketua TP PKK Jambi
- account_circle Husni
- calendar_month
- visibility 21

Metode ‘30 Menit Bisa Membaca Al-Qur’an’ LPKA Muara Bulian Dapat Dukungan Ketua TP PKK Jambi
Muara Bulian, PAStime News – LPKA Kelas II Muara Bulian terus meningkatkan pembinaan keagamaan Anak Binaan. Bahkan, praktik metode “30 Menit Bisa Membaca Al-Qur’an” mendapat peninjauan langsung Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Jambi, Hesnidar Haris, Jumat (5/12). Kunjungan itu memberi dorongan moral bagi peserta. Kegiatan sudah berjalan satu bulan. Program ini didampingi Ustazah dari Komunitas GAZACQU.
Penguatan Moral, Karakter, dan Semangat Belajar Anak Binaan Melalui Kolaborasi Positif
Metode ini di rancang untuk membantu Anak Binaan memahami Al-Qur’an lebih cepat. Selain itu, pembinaan Qur’ani juga memperkuat karakter dan memberi arah hidup lebih baik. Karena itu, dukungan berbagai pihak sangat di butuhkan agar proses belajar berjalan konsisten, terstruktur, dan berkelanjutan. Selanjutnya, kolaborasi ini juga di harapkan memberi manfaat luas, tidak hanya di lingkungan LPKA.
Dengan demikian, anak-anak memiliki motivasi untuk terus belajar dan mengamalkan ilmunya dengan percaya diri. Bimbingan ustazah juga menumbuhkan kedisiplinan dan kecintaan pada Al-Qur’an. Selain itu, para peserta termotivasi untuk menjadi pribadi yang lebih baik. Lingkungan belajar pun semakin kondusif dan inspiratif.
Hesnidar Haris mengapresiasi komitmen LPKA dalam meningkatkan kualitas pembinaan. “Saya bangga melihat ruang belajar positif. Metode ini membantu Anak Binaan memahami Al-Qur’an lebih cepat. Saya sangat menghargai dedikasi GAZACQU,” ujarnya.
Ia juga mendorong kesinambungan praktik. “Harapan saya, ilmu tersebut tidak berhenti di sini. Namun, mereka juga mengajarkannya pada teman lain,” lanjutnya.
Kepala LPKA Muara Bulian, Kasogi, menyampaikan terima kasih atas dukungan PKK Provinsi Jambi dan GAZACQU. “Terima kasih atas perhatian dan pendampingan. Kami berharap metode ini menjadi percontohan bagi lembaga lain di Indonesia,” katanya.
Ia menegaskan pentingnya program keagamaan. “Kami membangun karakter, kecintaan pada Al-Qur’an, serta moral yang baik bagi Anak Binaan,” tegasnya.
Salah satu Anak Binaan, YP (15), berbagi pengalaman positif. “Saya bersyukur mengikuti program ini. Ustazah membimbing kami dengan sabar. Sekarang saya membaca Al-Qur’an lebih baik. Ini mengubah saya,” ungkapnya.
Melalui kegiatan ini, LPKA Muara Bulian optimis memperkuat pembinaan keagamaan. Selain itu, lembaga berharap program membuka peluang lebih luas bagi perubahan sikap dan masa depan Anak Binaan.
- Penulis: Husni
