Sentuh Hati 80 Warga Binaan, Pelatihan Moralitas di Lapas Tolitoli Tuai Antusiasme Luar Biasa
- account_circle Ghiffary Alfiansyach
- calendar_month
- visibility 18

PAStime News, TOLITOLI – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Tolitoli menggelar Pelatihan Moralitas bagi 80 Warga Binaan pada Senin (1/12), bekerja sama dengan Yayasan Pelatihan Moralitas Budi Pekerti Bangsa Indonesia. Kegiatan bertema “Who Am I”ini menjadi salah satu bentuk pembinaan kepribadian yang berfokus pada pemulihan moral dan penguatan karakter.
Kegiatan yang berlangsung secara tatap muka ini mendapat respons antusias dari Warga Binaan. Suasana pelatihan dipenuhi interaksi, refleksi, serta sesi pembelajaran mendalam yang dirancang untuk menggugah kesadaran diri peserta.
Kepala Lapas Tolitoli, Muhammad Ishak, menjelaskan bahwa pembinaan moral merupakan fondasi dari proses Pemasyarakatan.
“Pembinaan moral adalah inti dari upaya kita mengembalikan Warga Binaan menjadi manusia seutuhnya. Kami berharap kegiatan ini membuka wawasan, memperbaiki cara pandang, dan memperkuat karakter positif mereka. Ini adalah bagian dari komitmen kami untuk menghadirkan program pembinaan berkelanjutan yang memberi dampak nyata,” ujarnya.
Senada dengan itu, Kepala Seksi Bimbingan Narapidana/Anak Didik dan Kegiatan Kerja, Feldianto, menegaskan bahwa pelatihan moralitas telah menjadi langkah strategis dalam menanamkan akhlak dan budi pekerti di Lapas Tolitoli.
“Antusiasme Warga Binaan menunjukkan mereka haus akan perubahan. Pelatihan ini kami dorong agar menjadi rutinitas yang benar-benar mengubah cara berpikir dan sikap peserta,” jelasnya.
Pelatihan menghadirkan pemateri utama Erina Wongso, yang membawakan materi tentang jati diri, kesadaran moral, dan pembentukan karakter. Program dikemas tidak hanya dalam bentuk penyampaian teori, tetapi juga refleksi dan aktivitas yang menuntun peserta mengenali diri mereka secara lebih mendalam.
“Ketika seseorang mengenal jati dirinya, ia akan lebih mudah memperbaiki kesalahan dan menata masa depan.Pelatihan ini bukan sekadar materi, tetapi perjalanan batin,” tutur Erina.
Salah satu peserta, Andika Pramana, mengaku mendapatkan pengalaman berharga dari kegiatan ini.
“Pelatihan ini membuat saya sadar bahwa perubahan harus dimulai dari diri sendiri. Saya merasa lebih tenang dan lebih mengerti arah hidup. Semoga saya bisa menjadi pribadi yang lebih baik bagi keluarga saat kembali nanti,” ungkapnya.
Kegiatan berjalan aman, tertib, dan sarat makna. Melalui pelatihan moralitas ini, Lapas Tolitoli berharap dapat terus menciptakan lingkungan pembinaan yang humanis, mendukung pemulihan perilaku, serta mempersiapkan Warga Binaan untuk kembali ke masyarakat dengan mental dan karakter yang lebih kuat.
- Penulis: Ghiffary Alfiansyach
