Natalius Pigai Serukan “Jangan Takut Perjuangkan Keadilan” di Peringatan Hari HAM Sedunia
- account_circle Ghiffary Alfiansyach
- calendar_month
- visibility 21

Foto : Istimewa
PAStime News, JAKARTA – Menteri Hak Asasi Manusia, Natalius Pigai, menyerukan kepada seluruh masyarakat Indonesia untuk tidak gentar memperjuangkan nilai-nilai keadilan, kebenaran, dan kemanusiaan, terutama bagi kelompok yang paling membutuhkan perlindungan. Seruan itu disampaikan dalam pidatonya pada puncak peringatan Hari HAM Sedunia ke-77, Rabu malam (10/12) di Jakarta.
“Jangan takut, jangan mundur satu langkah pun untuk memperjuangkan keadilan. Jangan pernah mundur untuk memperjuangkan kemanusiaan,” tegas Pigai di hadapan para peserta.
Ia menekankan bahwa setiap warga negara berhak hidup tanpa ketidakadilan dan penderitaan. Namun perjuangan tersebut, katanya, harus tetap berjalan dalam koridor demokrasi dan penghormatan terhadap hak asasi manusia.
Ajak Kurangi Ujaran Kebencian, Bangun Bangsa yang Bermartabat
Dalam kesempatan itu, Pigai menekankan pentingnya menjauhkan diri dari ujaran kebencian, serangan personal, serta pernyataan yang merendahkan martabat manusia.
“Kalau kita kurangi kata-kata penuh kebencian dan menyerang kehormatan, bangsa ini sudah bisa memimpin dunia. Perjuangkan kebenaran dan keadilan, tetapi tetap dalam garis demokrasi dan HAM,” ujarnya.
Pigai menilai bahwa karakter dan pola pikir yang ramah HAM harus dibangun sejak dini. Hal ini dapat dilakukan melalui kebiasaan berdialog, mengedepankan empati, serta menghadirkan isu-isu hak asasi dalam aktivitas keseharian.
Membangun Generasi yang Tidak Takut Membela Kemanusiaan
Ia menegaskan bahwa menjadi tugas bersama untuk memastikan generasi penerus bangsa terbebas dari ketidakadilan dan penderitaan.
“Ini tugas saya untuk membangkitkan supaya putra-putri bangsa tidak boleh mendapatkan ketidakadilan, tidak boleh menderita. Yang berat kita pikul bersama, yang ringan kita jinjing bersama,” kata Pigai.
Menurutnya, nilai-nilai kemanusiaan dan keadilan sosial harus menjadi fondasi yang menggerakkan masyarakat dalam menghadapi berbagai tantangan bangsa.
Momentum Hari HAM di Tengah Bencana
Meski Indonesia tengah berduka akibat bencana banjir di wilayah utara Sumatra, Pigai menegaskan bahwa peringatan Hari HAM tidak boleh diabaikan. Ia menyebut momen ini sebagai refleksi penting untuk memperkuat solidaritas dan memastikan perlindungan bagi seluruh warga negara, termasuk mereka yang terdampak bencana.
- Penulis: Ghiffary Alfiansyach
