Optimalisasi Literasi di Lapas Tanjung
- account_circle Husni
- calendar_month
- visibility 117

Optimalisasi Literasi di Lapas Tanjung (Dok. Istimewa)
TANJUNG, PAStime News – Pertama, Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIB Tanjung terus meningkatkan kualitas pelatihan melalui optimalisasi perpustakaan.
Program ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan baca tulis bagi warga binaan.
Selain itu, kegiatan tersebut juga merupakan bagian dari upaya memperbaiki sikap dan perilaku seseorang selama masa menjalani hukuman.
Dengan demikian, minat baca meningkat sekaligus memperluas pengetahuan dan membentuk pola pikir yang lebih positif.
Sementara itu, pelaksanaan program literasi menggunakan koleksi buku dari perpustakaan Lapas.
Bahan bacaan mencakup buku-buku keagamaan, buku tentang keterampilan, buku motivasi, dan buku pengetahuan umum.
Oleh sebab itu, semua koleksi tersebut membantu proses belajar mandiri secara terus-menerus.
Kemudian, Kepala Seksi Bimbingan Narapidana dan Kegiatan Kerja, Abdul Hair, menekankan pentingnya adanya perpustakaan.
Ia mengatakan,
“Dengan literasi, kami ingin menciptakan budaya baca yang baik di tengah warga binaan.”
Selain itu, ia menambahkan,
“Pengetahuan yang mereka dapatkan di harapkan bisa menjadi bekal yang berguna ketika mereka kembali ke tengah masyarakat.”
Di sisi lain, salah satu warga binaan, Slamet, merasakan manfaat yang nyata dari program tersebut.
Saya merasa lebih termotivasi untuk terus meningkatkan diri saya.
Lebih lanjut, ia mengatakan,
“Dengan membaca buku, saya memperoleh banyak pelajaran dan inspirasi.”
Selanjutnya, ia menyampaikan harapannya untuk dapat menjalani kehidupan yang lebih baik setelah akhirnya bebas dari masalah tersebut.
Program ini juga mendorong partisipasi aktif dari Warga Binaan dalam berdiskusi.
Dengan demikian, mereka bisa berbagi pemahaman tentang materi yang di baca.
Akibatnya, kemampuan berpikir kritis semakin baik dan membantu membentuk karakter yang lebih baik.
Program literasi mencerminkan komitmen Lapas menunjukkan komitmen untuk memberikan pelatihan yang manusiawi.
Selain bertujuan mengubah cara berperilaku, kegiatan ini juga membantu mengisi waktu dengan cara yang bermanfaat.
Akhirnya, melalui penguatan budaya literasi, Lapas berharap tercipta pembelajaran yang berkelanjutan.
Dengan memiliki pengetahuan yang cukup, warga binaan di harapkan dapat kembali menjadi individu yang mandiri, memiliki kemampuan bersaing, serta patuh pada hukum.
- Penulis: Husni
