Panen 30 Kg Selada, Warga Binaan Lapas Banjarbaru Sukses Kembangkan Hidroponik
- account_circle Husni
- calendar_month
- visibility 19

Panen 30 Kg Selada, Warga Binaan Lapas Banjarbaru Sukses Kembangkan Hidroponik
Program pertanian berbasis hidroponik di Sarana Asimilasi dan Edukasi terus menunjukkan hasil positif, sehingga pembinaan kemandirian Warga Binaan berjalan lebih produktif, terarah, dan berkelanjutan. Selain itu, kegiatan hortikultura ini memberi pengetahuan teknis bercocok tanam dengan metode modern, sehingga mereka memiliki bekal keterampilan nyata. Kemudian, panen berulang membuktikan bahwa kerja sama seluruh petugas dan peserta pembinaan memberikan manfaat besar serta meningkatkan rasa percaya diri. Karena itu, Lapas Banjarbaru berkomitmen memperluas pengembangan produk pertanian, meningkatkan kualitas panen, dan mendorong nilai ekonominya dalam Fresh Market. Bahkan, program ini mendukung ketahanan pangan serta membuka peluang usaha setelah Warga Binaan kembali ke masyarakat nantinya. Dengan demikian, pembinaan tidak berhenti pada edukasi, tetapi juga berdampak langsung bagi masa depan mereka.
Banjarbaru, PAStime News – Lapas Kelas IIB Banjarbaru kembali panen selada hidroponik di SAE. Sebanyak 30 kilogram selada dipetik setelah 45 hari masa tanam. Selada dibudidayakan Warga Binaan sebagai program pembinaan kemandirian bidang pertanian.
Panen di pimpin Kalapas Banjarbaru, I Made Supartana, bersama pejabat struktural dan peserta magang. Selain itu, proses panen di lakukan selektif pada daun yang siap.
Made Supartana menegaskan keberhasilan panen membuktikan pembinaan berjalan produktif. Ia menjelaskan bahwa panen mendukung 13 Program Akselerasi, terutama ketahanan pangan. Selain itu, hasil panen memberi lingkungan pembinaan lebih produktif.
Karina, peserta magang, mengapresiasi kesempatan belajar melalui SAE. Ia menilai program terstruktur dan panen berkualitas, sehingga memberi pengalaman berharga.
Selanjutnya, Warga Binaan bernama Agus Priyadi merasa kegiatan pertanian memberi motivasi baru. Ia juga menilai keterampilan hidroponik sangat bermanfaat untuk masa depan setelah bebas.
Hasil panen kemudian di pasarkan melalui Fresh Market Lapas Banjarbaru. Selain itu, pengemasan dan distribusi di lakukan sesuai standar agar bernilai ekonomis.
Melalui panen ini, Lapas Banjarbaru berharap program pertanian SAE terus berkembang. Selain itu, mereka ingin manfaat jangka panjang semakin nyata bagi Warga Binaan.
- Penulis: Husni
