Menbud Fadli Zon: Tempe Jadi Senjata Gastrodiplomasi Indonesia Menuju Dunia
- account_circle Ghiffary Alfiansyach
- calendar_month
- visibility 133

Menteri Kebudayaan Fadli Zon berbicara dalam acara Festival Budaya Tempe di Jakarta, Minggu (21/12/2025). (Foto : ANTARA)
PAStime News, JAKARTA – Menteri Kebudayaan Republik Indonesia, Fadli Zon, menegaskan bahwa tempe memiliki potensi besar sebagai alat gastrodiplomasi Indonesia, yakni bentuk diplomasi publik melalui kekuatan kuliner untuk memperkenalkan citra bangsa di mata dunia.
Hal tersebut disampaikan Menbud Fadli Zon saat menghadiri Festival Budaya Tempe yang digelar di Jakarta, Minggu (…), sebagai bagian dari upaya pelestarian dan promosi pangan lokal berbasis budaya.
“Tempe merupakan salah satu sumber protein nabati yang sangat khas Indonesia. Kita harapkan para chef, ahli kuliner, dan pelaku usaha dengan kearifan lokal mampu mengolah tempe secara kreatif, baik dari segi bentuk maupun rasa, sehingga bisa menjadi alat gastrodiplomasi Indonesia ke depan,” ujar Fadli Zon.
Menbud menekankan peran strategis para ahli makanan, koki, dan pelaku industri kuliner dalam mengangkat tempe ke level global melalui inovasi pengolahan dan penyajian yang modern tanpa meninggalkan nilai tradisionalnya.
Selain itu, Fadli Zon juga mendorong pelaksanaan lokakarya dan pelatihan bagi para perajin tempe guna meningkatkan kapasitas produksi, kualitas, dan daya saing tempe sebagai produk budaya bernilai ekonomi tinggi.
“Tempe bukan sekadar makanan. Ia adalah bagian dari tradisi dan budaya masyarakat Indonesia yang harus kita jaga dan kembangkan,” tegasnya.
Lebih lanjut, Menbud menjelaskan bahwa tempe termasuk dalam objek pemajuan kebudayaan, khususnya dalam kategori pangan lokal yang sarat dengan ekspresi budaya.
“Pangan lokal adalah ekspresi budaya. Di dalamnya ada nilai, pengetahuan, dan tradisi yang tidak bisa dipisahkan dari identitas bangsa. Karena itu, tempe juga merupakan bagian dari ekonomi budaya Indonesia,” jelas Fadli Zon.
Sebagai bentuk komitmen nyata, Kementerian Kebudayaan telah mengajukan permohonan penetapan tempe sebagai Warisan Budaya Tak Benda kepada Organisasi Pendidikan, Ilmu Pengetahuan, dan Kebudayaan Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNESCO).
“Harapannya, tempe dapat resmi masuk dalam daftar Warisan Budaya Tak Benda UNESCO pada tahun 2026,” pungkasnya.
Melalui langkah ini, pemerintah berharap tempe tidak hanya semakin dikenal sebagai pangan sehat dan bergizi, tetapi juga menjadi simbol budaya Indonesia yang diakui dunia internasional.
- Penulis: Ghiffary Alfiansyach
