Pelapasan Dua Ribu Bibit Ikan Lele di Lapas Kelas IIA Banjarmasin Perkuat Program Kemandirian Warga Binaan
- account_circle Husni
- calendar_month
- visibility 30

Pelapasan Dua Ribu Bibit Ikan Lele (Dok. istimewa)
BANJARMASIN, Pastime News — Lapas Kelas IIA Banjarmasin melakukan penanaman 2.000 bibit ikan lele, Kamis (5/2).
Melalui pelatihan perikanan air tawar, Lapas Banjarmasin menanamkan keterampilan bernilai ekonomi sekaligus mendukung ketahanan pangan nasional
Selanjutnya, kegiatan dilaksanakan di kolam depan gedung bengkel kerja sebagai sarana untuk membangun kemandirian di bidang perikanan.
Selanjutnya, seluruh jajaran struktural Lapas bersama Warga Binaan mengikuti kegiatan secara langsung dan aktif.
Selain itu, peserta berasal dari warga binaan yang terlibat dalam program pelatihan kemandirian di bidang perikanan.
Sementara itu, Kepala Lapas Banjarmasin menegaskan bahwa kegiatan tersebut mencerminkan upaya pembinaan yang berfokus pada peningkatan produktivitas.
Kepala Lapas Banjarmasin, Akhmad Herriansyah, menyampaikan:
Program perikanan memberikan keterampilan bernilai ekonomi kepada warga binaan dan membantu membentuk sikap disiplin, tanggung jawab, serta semangat kerja yang baik.
Lebih lanjut, ia berharap keterampilan tersebut bisa menjadi bekal yang positif ketika Warga Binaan kembali ke masyarakat.
Di sisi lain, warga binaan yang terlibat langsung dalam pelatihan perikanan memberikan respons positif.
Salah satu warga binaan mengungkapkan rasa terima kasihnya karena berhasil mengikuti program pembinaan tersebut.
Warga Binaan, NS, mengungkapkan:
Kegiatan ini membantu meningkatkan keterampilan kami sekaligus mendorong kami untuk berubah dan bersiap menjadi lebih mandiri selama masa pembinaan.
Selanjutnya, kegiatan penanaman bibit lele mendukung program ketahanan pangan melalui sektor perikanan air tawar.
Akhirnya, Lapas Banjarmasin memberikan pernyataan bahwa mereka tetap berkomitmen untuk membina warga binaan agar menjadi individu yang produktif, tangguh, dan siap berkontribusi secara positif.
Kalau kamu ingin, aku bisa menyesuaikan gaya bahasa untuk media nasional, atau memperkuat lagi transisi dan diksi birokrasi agar lebih baik dari segi redaksional.
- Penulis: Husni
