Pada hari kedua pelaksanaan, pelatihan di fokuskan pada simulasi penanganan bencana, khususnya kebakaran dan gempa bumi. Seluruh peserta baik petugas maupun warga binaan aktif terlibat dalam praktik pemadaman api menggunakan dua metode utama: Alat Pemadam Api Tradisional (APAT) berupa karung goni basah, dan Alat Pemadam Api Ringan (APAR).
“Latihan ini sangat penting agar seluruh elemen di dalam Lapas dan Rutan memahami tahapan darurat saat terjadi kebakaran,” ujar salah satu instruktur dari BNPB Provinsi NTB.
Selain simulasi kebakaran, peserta juga di berikan pembekalan evakuasi saat gempa bumi. Materi meliputi teknik penyelamatan diri, prosedur evakuasi massal, hingga koordinasi cepat antarpetugas dalam situasi darurat.
Kegiatan ini mendapatkan pendampingan langsung dari tim ahli Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Provinsi NTB, guna memastikan seluruh pelatihan sesuai dengan standar nasional kebencanaan. Kehadiran BNPB juga memberikan kepercayaan dan semangat bagi peserta untuk menjalankan simulasi dengan serius dan disiplin.
Kepala Rutan Kelas IIB Praya, M. Syaripuddin Hazri, menegaskan pentingnya pelatihan ini sebagai bagian dari peningkatan kapasitas dan kesiapsiagaan warga binaan serta petugas.
“Melalui kegiatan ini, kami ingin memastikan bahwa seluruh petugas dan WBP memahami prosedur keselamatan, serta mampu mengambil langkah cepat dan tepat jika terjadi kebakaran atau bencana lainnya,” tegasnya.
Kegiatan berjalan dengan tertib, aman, dan penuh antusias, menandai komitmen serius seluruh UPT Pemasyarakatan NTB dalam menciptakan lingkungan lapas yang siaga bencana.

