Pemasyarakatan Hadir untuk Masyarakat melalui Layanan Kesehatan dan Bantuan Sosial di Bogor
- account_circle Husni
- calendar_month
- visibility 104

Dok. Humas Dirjen Pemasyarakatan (Dok. Istimewa)
BOGOR, PAStime News – Pertama, Direktorat Jenderal Pemasyarakatan melaksanakan pemeriksaan kesehatan gratis untuk 5. 000 orang. Di samping itu, 5. 000 paket bantuan sosial di salurkan di TMP Pondok Rajeg, Cibinong, pada Rabu (8/4).
Selanjutnya, acara ini adalah bagian dari perayaan Hari Bakti Pemasyarakatan yang ke-62 yang akan di selenggarakan pada 27 April depan. Dengan begitu, kegiatan ini menjadi tanda kepedulian sosial yang terus di tingkatkan.
Kemudian, Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan, Agus Andrianto, secara resmi membuka acara tersebut. Sementara itu, seluruh jajaran Pemasyarakatan di Indonesia juga melaksanakan kegiatan yang sama secara bersamaan.
Di sisi lain, sekitar 200 tenaga medis dan 50 dokter terlibat dalam layanan kesehatan untuk masyarakat. Selain itu, bantuan sosial di berikan kepada warga yang membutuhkan di sekitar lokasi.
Lebih lanjut, Menteri Agus terlihat langsung mengawasi jalannya acara dan menyapa masyarakat sejak pagi hari. Oleh karena itu, ia memastikan bahwa pelayanan berjalan dengan baik dan tepat sasaran.
Menurutnya, kegiatan ini memperkuat kehadiran Pemasyarakatan di tengah masyarakat.
“Kami harap kegiatan seperti ini bisa memperkuat kehadiran negara dan meningkatkan kepedulian sosial,” ungkapnya.
Sementara itu, Direktur Jenderal Pemasyarakatan, Mashudi, menekankan pentingnya pelayanan kepada masyarakat. Namun, tugas pendampingan tetap menjadi fokus utama.
“Selain merawat tahanan, kami juga memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat sekitar dan mengarahkan mereka ke rumah sakit jika perlu,” ujarnya.
Lebih jauh, ia menegaskan bahwa kegiatan ini adalah sebagai tindak lanjut dari arahan Presiden. Dengan demikian, kontribusi kecil diharapkan dapat memberikan dampak yang nyata.
Selain itu, Mashudi menjelaskan bahwa budaya berbagi sudah lama berjalan melalui program Jumat Berkah. Oleh karena itu, pembagian makanan secara teratur dilakukan untuk masyarakat sekitar.
“Budaya berbagi ini terus kami dorong sebagai cara sederhana untuk mendekatkan diri kepada masyarakat,” tambahnya.
Di samping itu, masyarakat di dorong untuk meningkatkan kesadaran tentang ketahanan pangan mulai dari lingkungan keluarga. Dengan begitu, kemandirian bisa di bangun secara bertahap.
“Kami berharap kesadaran ini dimulai dari rumah untuk mendukung kedaulatan pangan nasional,” tutupnya.
Akhirnya, acara ini di hadiri oleh unsur Forkopimda Kabupaten Bogor dan berbagai instansi terkait. Dengan demikian, kerja sama antar sektor juga turut mendukung kelancaran kegiatan secara keseluruhan.



- Penulis: Husni
