Pendakian Gunung Kerinci Masih Ditutup, Ritual Adat dan Aksi Bersih Gunung Digelar Januari 2026
- account_circle Ghiffary Alfiansyach
- calendar_month
- visibility 32

Kondisi Gunung Api Kerici yang di abadikan dari kawasan Kayu Aro, Minggu (18/1/2026). Resort Gunung Kerinci bersama relawan jadwalkan ritual adat dan pembersihan sisa sampah di jalur pendakian. Foto : Resort Gunung Kerinci.
PAStime News, JAMBI – Aktivitas pendakian Gunung Kerinci hingga kini masih ditutup, meskipun tren aktivitas kegempaan di kawasan gunung api tertinggi di Sumatra tersebut dilaporkan mulai mengalami penurunan. Penutupan sementara dilakukan sebagai bentuk penghormatan terhadap pelaksanaan ritual adat dan kegiatan pembersihan lingkungan di jalur pendakian Gunung Kerinci.
Kepala Resort Gunung Kerinci, Eko Supriyatno, mengatakan bahwa pengelola kawasan bersama pegiat lingkungan, relawan, serta masyarakat di sekitar kaki Gunung Kerinci telah menjadwalkan kegiatan ritual adat yang dibarengi dengan aksi bersih-bersih gunung.
“Kami bekerja sama dengan empat desa yang dimotori Desa Kersik Tuo akan melaksanakan ritual bersih-bersih secara adat. Dalam rangkaian kegiatan tersebut juga direncanakan pelaksanaan potong kambing,” ujar Eko di Jambi, Minggu.
Ia menjelaskan, pelaksanaan ritual adat tersebut merupakan bagian dari tradisi turun-temurun masyarakat setempat. Menurut kepercayaan warga, ritual dilakukan sebagai respons atas pesan dan isyarat alam yang diyakini meminta adanya pembersihan lingkungan Gunung Kerinci.
Adapun desa-desa yang terlibat dalam kegiatan ritual adat dan bersih gunung meliputi Desa Kersik Tuo, Desa Batang Sangir, Desa Lindung Jaya, dan Desa Mekar Jaya. Rangkaian ritual adat dijadwalkan berlangsung pada 22 Januari 2026.
Selain ritual adat, Resort Gunung Kerinci bersama relawan dari pelaku wisata, pemandu, porter, serta komunitas pendaki juga akan melaksanakan aksi sukarela pembersihan sampah di jalur pendakian Gunung Kerinci.
“Kegiatan bersih-bersih jalur pendakian direncanakan berlangsung selama tiga hari, mulai 23 hingga 25 Januari 2026, dengan melibatkan para volunteer,” kata Eko.
Sementara itu, Kepala Seksi Pengelolaan Taman Nasional (SPTN) Wilayah I Balai Besar Taman Nasional Kerinci Seblat (BBTNKS), David, membenarkan rencana aksi bersih gunung tersebut. Ia menyebutkan bahwa kegiatan semula direncanakan digelar lebih awal, namun harus ditunda karena aktivitas kegempaan Gunung Kerinci masih terpantau cukup intens.
“Data dari Pos Pengamatan Gunung Api Kerinci (M10) sebelumnya masih menunjukkan aktivitas gempa, sehingga kegiatan baru dapat dijadwalkan ulang,” ujarnya.
David menambahkan, aksi bersih gunung ini juga akan melibatkan relawan dari kalangan guide, porter, hingga pendaki yang aktif di media sosial, sebagai upaya meningkatkan kesadaran publik akan pentingnya menjaga kelestarian kawasan Gunung Kerinci.
Dengan adanya rangkaian kegiatan ritual adat dan aksi lingkungan tersebut, pengelola berharap kondisi Gunung Kerinci semakin aman, bersih, dan lestari sebelum kembali dibuka untuk aktivitas pendakian.
- Penulis: Ghiffary Alfiansyach
