Kemdiktisaintek Dorong Pemulihan Berbasis Kampus, Tanggap Darurat Bencana Sumatra
- account_circle Husni
- calendar_month
- visibility 169

Tanggap Darurat Bencana Sumatra, Kemdiktisaintek Dorong Pemulihan Berbasis Kampus
Jakarta, PAStime News – Mobilisasi perguruan tinggi terus berlangsung untuk mendukung warga terdampak banjir di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat. Karena itu, Kemdiktisaintek mendorong langkah cepat kampus, baik di wilayah terdampak maupun di luar daerah. Perguruan tinggi memberikan layanan kesehatan, logistik, layanan darurat, dan dukungan psikososial.
Kemdiktisaintek menegaskan kontribusi aktif kampus mempercepat pemulihan masyarakat terdampak. Selain itu, upaya ini selaras kebijakan “Diktisaintek Berdampak” di seluruh Indonesia.
Universitas Abulyatama Aceh mengirim tim kesehatan ke Pidie Jaya untuk evakuasi dan layanan pengungsi. Selain itu, posko kampus menggalang donasi bagi warga di Bireuen, Aceh Utara, Langsa, dan Aceh Tamiang.
Universitas Syiah Kuala membuka dapur umum sejak 30 November 2025. Dapur umum membantu mahasiswa terdampak banjir dan tetap berjalan hingga keadaan pulih.
Universitas Malikussaleh juga membuka dapur umum di Aceh Utara. Auditorium kampus di alihfungsikan menjadi tempat mengungsi mahasiswa terdampak. Selain itu, tersedia posko kesehatan di area pengungsian.
Solidaritas Akademik Menguat, Sinergi Kampus Percepat Pemulihan Korban Banjir
Gerak cepat kampus menjadi bukti nyata solidaritas akademik untuk kemanusiaan. Banyak mahasiswa terlibat sebagai relawan sehingga kebutuhan dasar warga bisa segera terpenuhi. Selain itu, dukungan kampus membuktikan bahwa perguruan tinggi memiliki peran strategis dalam krisis kemanusiaan. Oleh sebab itu, koordinasi lintas wilayah sangat diperlukan agar penanganan tepat sasaran. Kampus memiliki jaringan besar, sehingga distribusi logistik dapat lebih cepat.
Dukungan psikososial juga penting karena banjir memengaruhi kesehatan mental. Upaya ini menunjukkan dunia pendidikan tidak tinggal diam. Sebaliknya, kampus berdiri aktif bersama masyarakat. Selain itu, kolaborasi terus di bangun agar proses pemulihan berlangsung berkelanjutan. Perguruan tinggi pun berkontribusi dalam memperkuat harapan bahwa warga terdampak bisa segera bangkit.



- Penulis: Husni
