Perkuat Budaya Literasi, Lapas Narkotika Karang Intan Optimalkan Perpustakaan sebagai Pusat Pembinaan Warga Binaan
- account_circle Husni
- calendar_month
- visibility 163

Perkuat Budaya Literasi, Lapas Narkotika Karang Intan Optimalkan Perpustakaan sebagai Pusat Pembinaan Warga Binaan
KARANGINTANPAStime News – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Narkotika Kelas IIA Karang Intan terus berkomitmen meningkatkan kualitas pembinaan kepribadian Warga Binaan melalui penguatan budaya literasi. Salah satu langkah strategis yang di lakukan adalah mengoptimalkan peran perpustakaan sebagai pusat pembelajaran, pengembangan wawasan, sekaligus sarana pembentukan karakter yang positif.
Perpustakaan Jadi Ruang Belajar, Refleksi, dan Pembentukan Karakter
Perpustakaan Lapas Narkotika Karang Intan menyediakan beragam koleksi bacaan, mulai dari buku keagamaan, pengetahuan umum, keterampilan, motivasi, hingga bacaan edukatif lainnya. Koleksi tersebut diperbarui secara berkala untuk memastikan Warga Binaan memiliki akses terhadap bahan bacaan yang relevan dan bermanfaat selama menjalani masa pidana.
Kepala Lapas Narkotika Karang Intan, Yugo Indra Wicaksi, menegaskan bahwa keberadaan perpustakaan memiliki peran penting dalam mendukung proses perubahan perilaku dan peningkatan kualitas diri Warga Binaan. Menurutnya, budaya membaca mampu membentuk pola pikir yang lebih positif, produktif, dan berorientasi pada masa depan.
“Perpustakaan bukan sekadar tempat membaca, tetapi menjadi ruang pembelajaran yang mendukung pembinaan kepribadian. Melalui literasi, Warga Binaan kami dorong untuk memperluas wawasan, meningkatkan pengetahuan, serta mempersiapkan diri agar kelak dapat kembali ke masyarakat sebagai pribadi yang lebih baik,” ujar Yugo, Selasa (13/1).
Senada dengan hal tersebut, Kepala Subseksi Bimbingan Kesehatan Narapidana dan Anak Didik, Geryn Kemal Pasha, menyampaikan bahwa optimalisasi perpustakaan juga memberikan dampak positif terhadap kesehatan mental Warga Binaan. Suasana yang tenang dan kondusif menjadikan perpustakaan sebagai ruang refleksi dan penguatan diri.
“Banyak Warga Binaan memanfaatkan perpustakaan untuk menenangkan diri, membaca, dan belajar. Kegiatan ini membantu membangun kembali rasa percaya diri serta membentuk pola pikir yang lebih konstruktif selama proses pembinaan,” ungkapnya.
Optimalisasi perpustakaan ini sejalan dengan salah satu dari 15 Program Aksi Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan, khususnya dalam mendukung pendidikan dan peningkatan kapasitas intelektual Narapidana. Melalui penguatan budaya literasi, Lapas Narkotika Karang Intan berkomitmen menciptakan lingkungan pembinaan yang humanis, edukatif, dan berorientasi pada reintegrasi sosial yang berkelanjutan.
- Penulis: Husni
