Perkuat Nilai Keimanan: Lapas Kelas IIA Banjarmasin Gelar Ibadah Rutin Bulanan Warga Binaan Kristiani
- account_circle Husni
- calendar_month
- visibility 28

Sumber : Lapas Banjarmasin (Dok. Istimewa)
BANJARMASIN, PASTime News — Lapas Kelas IIA Banjarmasin menggelar ibadah rutin bulanan bersama Kementerian Agama Kota Banjarmasin.
Selanjutnya, peribadatan tersebut di ikuti oleh seluruh Warga Binaan Kristiani di Gereja Oikumene Lapas Kelas IIA Banjarmasin.
Dalam pada itu, khotbah yang di sampaikan oleh Pendeta Kristina mengupas pesan Alkitab dari Kitab Efesus pasal dua.
Oleh karena itu, para Warga Binaan di ajak memahami makna keselamatan sebagai bentuk anugerah serta kasih karunia Allah.
Bahkan, Pembina Gereja Oikumene Lapas Banjarmasin, Erik Simanjuntak, mengingatkan agar senantiasa mengedepankan sikap rendah hati.
“Dalam renungan ini, manusia di selamatkan bukan karena kebaikan, kekuatan, atau amal perbuatan sendiri, melainkan pemberian cuma-cuma dari Allah yang di terima melalui iman. Amin,” ujar Erik.
Sementara itu, seorang Warga Binaan berinisial Andy mengaku mendapat pencerahan moril usai mendengarkan refleksi firman tersebut.
“Saya menyadari bahwa status ‘di selamatkan’ bukan karena kehebatan diri. Untuk itu saya selalu hidup dalam kerendahan hati dan tidak merendahkan orang lain. Amin,” ungkap Andy.
Di samping itu, Kalapas Banjarmasin, Akhmad Herriansyah, menegaskan pentingnya pembinaan mental spiritual secara berkesinambungan.
“Pembinaan kerohanian menjadi bagian penting dalam proses pembinaan Warga Binaan. Melalui kegiatan seperti ini, kami berharap mereka tidak hanya mendapatkan penguatan iman, tetapi juga mampu mengambil nilai-nilai positif untuk memperbaiki diri, membangun kerendahan hati, dan mempersiapkan diri kembali ke tengah masyarakat. Setiap proses pembinaan yang di jalani hendaknya menjadi bekal untuk menata kehidupan yang lebih baik ke depannya,” ujar Akhmad.
Sejalan dengan hal tersebut, penguatan iman di pandang efektif mengubah pola pikir serta perilaku negatif para penghuni lapas.
Oleh sebab itu, pembekalan nilai-nilai spiritual ini menjadi modal dasar pembentukan karakter positif sebelum kembali ke masyarakat.
Pada akhirnya, Lapas Banjarmasin terus berkomitmen memfasilitasi pelayanan hak beribadah bagi seluruh pemeluk agama tanpa terkecuali.
- Penulis: Husni
