Pesantren Ramadhan Lapas Banjarmasin
- account_circle Husni
- calendar_month
- visibility 12

Pesantren Ramadhan Lapas Banjarmasin (Dok. Istimewa)
BANJARMASIN, PAStime News – Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Banjarmasin mengadakan kegiatan Pesantren Ramadhan untuk para Warga Binaan. Kegiatan ini merupakan bagian dari program pembinaan yang dilaksanakan selama bulan suci.
Selain itu, acara tersebut berlangsung pada hari Sabtu tanggal 21 Februari di Masjid Baabut Taqwa. Sebanyak 120 peserta mengikuti pembelajaran intensif keagamaan.
Selanjutnya, peserta merupakan warga binaan dari program kesetaraan pada tingkatan Paket A, B, dan C. Mereka memperoleh penguatan spiritual serta pembentukan karakter.
Sementara itu, Kepala Lapas, Akhmad Herriansyah, mengajak para peserta untuk memanfaatkan secara maksimal kesempatan bulan Ramadhan.
Manfaatkan bulan Ramadhan ini sebagai kesempatan untuk menjadi orang yang lebih baik lagi. Mari kita ikuti pesantren Ramadhan ini dengan serius, semakin mendekatkan diri kepada Allah SWT, dan menjadikannya sebagai awal pembinaan diri, ujarnya.
Selain itu, Kepala Seksi Bimbingan Narapidana/Anak Didik, Gilang Wisnuwardhana, menekankan aspek pembentukan karakter.
Semoga perubahan yang dibuat di sini dapat terus dilanjutkan hingga akhirnya kembali kepada masyarakat,” tambahnya.
Di sisi lain, salah satu peserta dengan inisial KH mengungkapkan rasa terima kasih.
Saya merasa lebih tenang dan lebih bisa berkonsentrasi untuk memperbaiki diri. Di sini kami diingatkan agar tidak menyerah dan terus menjalin hubungan yang dekat dengan Allah SWT. “Ramadhan tahun ini terasa berbeda bagi saya,” katanya.

Pesantren Ramadhan Lapas Banjarmasin (Dok. Istimewa)
Selain melakukan kajian secara rutin, para peserta juga berdiskusi dan berbagi pengalaman mereka. Dengan demikian, penguatan sosial dan mental juga semakin diperkuat.
Sebab itu, program ini menjadi tempat untuk merenungkan sekaligus memperkuat nilai-nilai kebaikan.
Pada akhirnya, Lapas Banjarmasin menegaskan bahwa Ramadhan bukan hanya tentang menahan lapar dan dahaga, tetapi juga kesempatan untuk memperbaiki diri.
- Penulis: Husni
