Suasana hangat dan penuh kebersamaan terasa di depan Lapas Kelas III Wahai. Selain itu, petugas Lapas Wahai membagikan takjil gratis kepada pengguna jalan. Karena itu, kegiatan ini menyemarakkan Ramadan 1447 Hijriah sekaligus menebar keberkahan.
Selanjutnya, Kepala Lapas Wahai, Tersih Victor Noya, menjelaskan tujuan kegiatan sosial tersebut. Selain itu, ia menegaskan pentingnya kepedulian sosial selama Ramadan. Oleh karena itu, kegiatan ini mempererat hubungan antara Lapas dan masyarakat.
“Hari ini kami kembali berbagi keberkahan kepada masyarakat.”
“Selain itu, kegiatan ini mencerminkan kepedulian sosial selama Ramadan.”
“Kami ingin menghadirkan wajah Pemasyarakatan yang humanis di tengah masyarakat.”
“Semangat ini juga sejalan dengan nilai Pemasyarakatan Pasti Bermanfaat.”
Sementara itu, masyarakat sekitar menyambut aksi sosial ini dengan hangat. Sejak sore, petugas menyiapkan paket takjil berupa kue dan minuman. Kemudian, petugas membagikannya kepada pengendara motor, mobil, dan pejalan kaki.
Selain itu, para penerima takjil menunjukkan senyum bahagia. Bahkan, banyak pengendara merasa terbantu saat waktu berbuka tiba. Karena itu, mereka tidak perlu terburu-buru mencari makanan berbuka.
Salah satu warga, Ahmad, menyampaikan rasa syukur atas kegiatan tersebut.
“Alhamdulillah, saya sangat senang menerima takjil ini.”
“Saya baru pulang dari pasar dan belum sempat membeli takjil.”
“Terima kasih kepada petugas Lapas Wahai karena takjil ini sangat membantu.”
Senada dengan itu, pengendara lain bernama Fitriah juga menyampaikan apresiasi.
“Alhamdulillah, terima kasih kepada petugas Lapas Wahai.”
“Takjil ini membantu kami yang masih berada di perjalanan.”
“Semoga kegiatan positif seperti ini terus berlanjut dan membawa berkah.”
Secara terpisah, Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Maluku, Ricky Dwi Biantoro, menilai kegiatan ini sangat positif. Selain itu, kegiatan ini sejalan dengan arahan Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan. Karena itu, Lapas diharapkan aktif memberi manfaat bagi masyarakat.
“Kegiatan ini menunjukkan bahwa Lapas bukan tempat eksklusif.”
“Sebaliknya, Lapas menjadi bagian masyarakat yang peduli.”
Akhirnya, aksi sosial ini menebarkan nilai kebaikan dan kepedulian selama Ramadan. Selain itu, kegiatan ini memperkuat rasa persaudaraan di masyarakat. Karena itu, Lapas Wahai terus menghadirkan aksi humanis sekaligus memberi kontribusi positif bagi lingkungan sekitar.

