Pindahkan Benih Lele, Lapas Tanjungpandan Perkuat Ketahanan Pangan dan Pembinaan Warga Binaan
- account_circle Ghiffary Alfiansyach
- calendar_month
- visibility 31

Foto : Humas Lapas Tanjungpandan
PAStime News, BELITUNG – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Tanjungpandan laksanakan pemindahan benih lele sebagai bagian dari program ketahanan pangan dan pembinaan kemandirian Warga Binaan, Selasa (16/12). Kegiatan ini menjadi langkah konkret pemanfaatan sarana pembinaan produktif di lingkungan Lapas.
Pemindahan benih lele pada area branggang dilakukan dari kolam pembenihan ke kolam pembesaran yang telah disiapkan sesuai standar budidaya. Program ini bertujuan meningkatkan keterampilan Warga Binaan di bidang perikanan sekaligus mendukung ketersediaan pangan berkelanjutan di dalam lapas.
Kepala Subseksi Kegiatan Kerja, Riski, menjelaskan kegiatan ini merupakan bagian dari pembinaan kemandirian yang berorientasi pada penguasaan keterampilan kerja. “Pemindahan benih lele ini tidak hanya melatih keterampilan teknis Warga Binaan dalam budidaya perikanan, tetapi juga menanamkan nilai kedisiplinan, tanggung jawab, dan kerja sama,” terangnya.
Ia menambahkan seluruh proses dilakukan dengan pendampingan petugas, mulai dari penyesuaian kualitas air, teknik pemindahan benih, hingga perawatan lanjutan agar tingkat kelangsungan hidup benih tetap optimal. “Kami berharap program ini berjalan berkelanjutan dan menghasilkan panen yang maksimal,” harap Riski.
Sementara itu, Kepala Lapas Tanjungpandan, Royhan Al Faisal, menyampaikan kegiatan tersebut selaras dengan Program Akselerasi Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan, serta arah pembinaan Pemasyarakatan yang menekankan penguatan keterampilan kerja dan kesiapan reintegrasi sosial. “Melalui budidaya lele, Warga Binaan dilatih disiplin, kerja sama, dan keterampilan teknis yang bernilai ekonomi,” ujarnya.
Kegiatan ini melibatkan petugas pembinaan bersama Warga Binaan yang telah mengikuti pelatihan dasar perikanan. Selain aspek teknis pemindahan benih, Warga Binaan juga dibekali pemahaman tentang manajemen pakan, kualitas air, dan perawatan kolam guna menekan angka kematian benih dan meningkatkan produktivitas.
Dengan pelaksanaan program ini, Lapas Tanjungpandan berharap menghasilkan panen optimal, mendukung kebutuhan pangan internal, dan membuka peluang kerja bagi Warga Binaan setelah menjalani masa pidana. Program ketahanan pangan melalui budidaya lele ini akan terus dikembangkan berkelanjutan sebagai bagian dari pembinaan kemandirian.
- Penulis: Ghiffary Alfiansyach
