Ponpes At Taubah Lapas Amuntai Perkuat Pembinaan Keagamaan Warga Binaan Melalui Pengajian Rutin
- account_circle Husni
- calendar_month
- visibility 21

Ponpes At Taubah Lapas Amuntai Perkuat Pembinaan Keagamaan Warga Binaan Melalui Pengajian Rutin (Dok. Istimewa)
AMUNTAI, Pastime News – Sebagai bagian dari upaya pembinaan yang berkelanjutan, Pondok Pesantren At Taubah Lapas Kelas IIB Amuntai kembali mengadakan pengajian rutin, Senin, 26 Januari.
Kegiatan pembelajaran rohani tersebut berjalan serius dan diikuti oleh Warga Binaan dengan antusiasme yang tinggi.
Melalui pengajian rutin yang berkelanjutan dan terstruktur, Lapas Amuntai menanamkan penguatan akidah, akhlak, serta kesiapan Warga Binaan kembali berkontribusi positif
Pengajian tersebut dipandu oleh seorang pengajar dari Kementerian Agama, H. Ahmad Fauzi.
Dalam sambutannya, ia menekankan pentingnya memperkuat keyakinan, membentuk sifat dan perilaku yang baik, serta terus memperbaiki diri berdasarkan ajaran Islam.
Selain itu, H. Ahmad Fauzi menjelaskan bahwa tujuan dari pengajian rutin adalah untuk meningkatkan kesadaran spiritual Warga Binaan.
Dengan demikian, kegiatan ini bertujuan membentuk karakter yang lebih baik dan tanggung jawab.
Ia berharap, pendalaman rohani ini menjadi bekal untuk memperbaiki diri, menata hati, serta meneguhkan keimanan secara terus-menerus.
Selain itu, menurutnya, pengajian ini juga membantu Warga Binaan untuk siap kembali ke masyarakat dengan kepribadian yang lebih baik.
Di sisi lain, salah satu Warga Binaan bernama Ilham menyampaikan rasa terima kasih atas pengajian rutin ini.
Menurutnya, kegiatan tersebut memberikan ketenangan batin dan juga menjadi motivasi untuk berubah ke arah yang lebih positif.
Ia juga menilai materi pengajian menambah ilmu agama serta memperkuat semangat dalam memperbaiki diri.
Oleh karena itu, ia merasa lebih tenang dan termotivasi untuk menjalani pembinaan dengan sungguh-sungguh.
Sementara itu, Kepala Lapas Amuntai, Gusti Iskandarsyah, menegaskan pentingnya pembinaan keagamaan dalam proses Pemasyarakatan.
Menurutnya, pengajian rutin membantu membentuk karakter, sikap, serta mental Warga Binaan secara menyeluruh.
Ia berharap Warga Binaan tidak hanya menjalani pidana, tetapi juga menerima pembinaan rohani yang bermakna.
Dengan demikian, proses pembinaan bisa menghasilkan individu yang lebih matang dan beriman.
Sebagai penutup, Gusti Iskandarsyah menegaskan komitmen Lapas Amuntai dalam menyelenggarakan pembinaan yang berkelanjutan.
Selain itu, program keagamaan, keterampilan, dan pengembangan kepribadian siap disiapkan sebagai bekal reintegrasi sosial untuk Warga Binaan.
- Penulis: Husni
