Produktif dan Efisien, Lapas Namlea Kembangkan Budidaya Ikan Nila Bioflok untuk Pembinaan Kemandirian
- account_circle Husni
- calendar_month
- visibility 13

Produktif dan Efisien, Lapas Namlea Kembangkan Budidaya Ikan Nila Bioflok untuk Pembinaan Kemandirian
NAMLEA,PAStime News – Program budidaya ikan nila berbasis bioflok di Lapas Namlea mendorong keterampilan Warga Binaan, efisiensi pakan, kualitas air, serta kontribusi nyata terhadap ketahanan pangan dan ekonomi lokal
Sebagai langkah strategis, Lapas Kelas III Namlea mengembangkan budidaya ikan nila.
Selain itu, program ini mendukung pembinaan kemandirian Warga Binaan.
Saat ini, jumlah ikan nila mencapai sekitar 3.000 ekor.
Selanjutnya, Lapas Namlea menerapkan metode bioflok secara konsisten.
Dengan demikian, mikroorganisme berfungsi sebagai pakan alami ikan.
Oleh karena itu, produktivitas meningkat dan penggunaan pakan lebih efisien.
Pada Rabu, Lapas kembali menerapkan bioflok di satu kolam.
Kemudian, kolam tersebut diisi sekitar 1.000 anakan ikan nila.
Selain itu, petugas menggunakan garam kasar dan molase sebagai media bioflok.
Sebelumnya, petugas membersihkan kolam secara menyeluruh.
Selanjutnya, petugas melakukan pemilahan ukuran ikan secara teliti.
Dengan begitu, pertumbuhan ikan dapat berlangsung optimal.
Kepala Lapas Namlea Muhammad M. Marasabessy menjelaskan tujuan penerapan metode tersebut.
“Metode bioflok kami terapkan untuk menjaga kualitas air sekaligus mendukung pertumbuhan ikan secara optimal dengan pakan efisien.”
Lebih lanjut, Marasabessy menegaskan peran aktif Warga Binaan.
Selain itu, Warga Binaan mengelola budidaya secara berkelanjutan.
“Melalui kegiatan ini, Warga Binaan memperoleh keterampilan perikanan sekaligus mendukung ketahanan pangan wilayah Namlea.”
Sementara itu, Kepala Subseksi Pembinaan Mustafa La Abidin menyampaikan perkembangan panen.
Dengan demikian, sebagian ikan nila telah memasuki ukuran konsumsi.
“Dari sekitar 3.000 ekor, 200 ekor siap dipasarkan, sementara sisanya masih tahap pembesaran.”
Selanjutnya, Lapas Namlea merencanakan panen secara bertahap.
Selain itu, hasil panen akan dipasarkan di pasar lokal.
Akhirnya, program ini meningkatkan nilai ekonomi pembinaan Warga Binaan.
- Penulis: Husni
