Lapas Piru Panen 60 Ikat Kacang Panjang! Program Kemandirian Warga Binaan Berbuah Manis
- account_circle Ghiffary Alfiansyach
- calendar_month
- visibility 17

PAStime, PIRU – Upaya Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Piru dalam meningkatkan keterampilan dan kemandirian Warga Binaan kembali menunjukkan hasil positif. Melalui program pembinaan pertanian, Lapas Piru berhasil memanen 60 ikat kacang panjang dari lahan produktif yang dikelola langsung oleh para Warga Binaan, Selasa (02/12).
Program pertanian ini merupakan salah satu pembinaan unggulan yang mendorong Warga Binaan untuk mengembangkan keterampilan bertani, sekaligus mendukung pemenuhan kebutuhan pangan. Hasil panen dipasarkan ke pasar lokal untuk membantu perputaran ekonomi masyarakat sekitar, sementara sebagian lainnya digunakan untuk memenuhi kebutuhan dapur Lapas.
Kepala Subseksi Kegiatan Kerja, Ode Mustafa, menjelaskan bahwa keberhasilan panen tersebut tidak terlepas dari pendampingan berkelanjutan serta komitmen Warga Binaan dalam mengelola lahan.
“Pertanian ini memberi ruang bagi Warga Binaan untuk belajar keterampilan yang aplikatif, menumbuhkan rasa tanggung jawab, serta membangun mental kerja. Setiap kali panen, mereka merasakan hasil nyata dari upaya yang mereka lakukan,” ungkapnya.
Kepala Lapas Piru, Hery Kusbandono, turut memberikan apresiasi atas kerja keras jajarannya dan antusiasme Warga Binaan. Ia menegaskan bahwa panen ini merupakan bagian dari penguatan program ketahanan pangan di lingkungan pemasyarakatan.
“Panen 60 ikat kacang panjang ini menjadi dorongan bagi kami untuk terus memperkuat pembinaan pertanian. Program ini sejalan dengan 13 Program Akselerasi Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan, khususnya dalam pemberdayaan Warga Binaan untuk mendukung ketahanan pangan,” ujarnya.
Lebih lanjut, Hery menyampaikan bahwa Lapas Piru akan memperluas jenis komoditas pertanian, meningkatkan pendampingan teknis, serta memaksimalkan pemanfaatan lahan agar semakin produktif.
Melalui berbagai kegiatan pertanian dan kemandirian, Lapas Piru menargetkan pembinaan yang aplikatif, produktif, dan memberikan manfaat nyata sebagai bekal bagi Warga Binaan ketika kembali ke masyarakat nantinya.
- Penulis: Ghiffary Alfiansyach
