Program Ketahanan Pangan: Lapas Banjarbaru Panen Perhatian Lewat Penanaman 250 Bibit Cabai
- account_circle Ghiffary Alfiansyach
- calendar_month
- visibility 19

PAStime News, BANJARBARU – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Banjarbaru kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung program ketahanan pangan nasional sejalan dengan Program Akselerasi Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan, Agus Andrianto. Melalui pembinaan kemandirian, Lapas Banjarbaru melaksanakan penanaman 250 bibit cabai di lahan Sarana Asimilasi dan Edukasi (SAE), Selasa (2/12).
Kegiatan penanaman dipimpin secara langsung oleh Kepala Lapas Banjarbaru, I Made Supartana, didampingi Kepala Seksi Bimbingan Narapidana/Anak Didik dan Kegiatan Kerja Bagus Paras Etika, Kepala Subseksi Kegiatan Kerja Adi Tri Marwoko, peserta program magang batch 2, serta Warga Binaan. Sebelum penanaman, seluruh bibit telah melalui proses penyemaian hingga siap dipindahkan ke area tanam.
Kalapas Made Supartana menegaskan bahwa kegiatan ini bukan hanya sekadar rutinitas bercocok tanam, tetapi merupakan bagian penting dari pembinaan kemandirian.
“Penanaman ini bukan hanya kegiatan bertani, tetapi juga pembinaan agar Warga Binaan memiliki keterampilan produktif dan siap kembali ke masyarakat,” ujarnya.
Dukungan juga datang dari peserta magang batch 2. Salah satu peserta, Riska, mengungkapkan rasa antusiasnya mengikuti proses penanaman.
“Kami sangat senang dapat ikut serta dalam kegiatan ini karena memberikan pengalaman baru dan ilmu yang bermanfaat mengenai tata cara pertanian,” tuturnya.
Warga Binaan juga terlibat aktif dalam setiap tahapan kegiatan. Slamet, salah satu Warga Binaan, mengaku kegiatan ini memberikan dampak positif bagi pengembangan dirinya.
“Dengan kegiatan seperti ini, saya belajar keterampilan baru yang pasti berguna setelah bebas nanti,” katanya.
Melalui kegiatan ini, Lapas Banjarbaru berharap program pertanian di SAE dapat terus berjalan secara berkelanjutan, menghasilkan panen yang optimal sekaligus memberikan manfaat jangka panjang bagi proses pembinaan. Keterampilan yang didapatkan diharapkan dapat menjadi bekal Warga Binaan ketika kembali ke masyarakat.
- Penulis: Ghiffary Alfiansyach
